Laba Bersih INOV Melambung 197,1 Persen yoy Menjadi Rp7,9 Miliar

foto : dok. INOV

Pasardana.id - PT Inocycle Technology Group Tbk (IDX: INOV), emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF), membukukan kinerja yang positif pada Semester I-2021, di mana Perseroan berhasil mencatat penjualan sebesar Rp305,4 miliar atau meningkat 29,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp235,2 miliar.

Sementara laba bersih melambung 197,1% yoy menjadi Rp7,9 miliar dari yang tercatat minus Rp8,1 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Victor Choi, selaku Direktur INOV mengatakan, bahwa pencapaian tersebut didukung oleh membaiknya harga recycle Polyester Staple Fiber (re-PSF) global.

“Kami bersyukur dapat membukukan kinerja yang lebih baik di Semester I-2021 ini meskipun kondisi ekonomi masih terganggu oleh pandemi Covid-19. Pencapaian ini tentunya tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat terutama di Indonesia dalam mengkonsumsi produk-produk hasil daur ulang. Diharapkan tren ini dapat terus berlanjut, sehingga kita dapat bersamasama meningkatkan recycle rate agar Indonesia bisa mengurangi sampah yang dibuang ke laut,” jelas Victor dalam keterangan pers, Senin (23/8).

Kinerja Perseroan di Semester I-2021 didominasi oleh penjualan produk serat (Re-PSF) sebesar Rp209,3 miliar yang bertumbuh 23,1% yoy. Kemudian disusul oleh penjualan produk bukan tenun (non woven) yang pertumbuhannya cukup signifikan yaitu mencapai 60,7% yoy menjadi sebesar Rp65,4 miliar, serta penjualan produk perabot rumah tangga (homeware) sebesar Rp30,0 miliar yang bertumbuh 24,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Victor melanjutkan, dalam rangka mengamankan pasokan bahan baku untuk meningkatkan produksi, Perseroan melalui anak usaha yaitu ‘Plasticpay’ (PT Plasticpay Teknologi Daurulang) terus menggencarkan pemasangan fasilitas pengumpulan botol plastik atau Mini Collection Point (MCP) di berbagai area di Tangerang dan Jabodetabek.

Saat ini, Plasticpay sudah memiliki sebanyak 276 unit MCP, dan akan terus bertambah untuk mengumpulkan lebih banyak sampah botol langsung dari penggunanya.

“Kami terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh Plasticpay dalam mengedukasi masyarakat dan mengumpulkan sampah botol plastik langsung dari penggunanya. Diharapkan, kami dapat mengolah lebih banyak sampah botol plastik dimasa-masa mendatang. Hal ini juga sejalan dengan hasil produksi INOV yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai jenis industri, mulai dari otomotif, konstruksi, pertanian, infrastruktur, pakaian & peralatan rumah tangga. Dengan demikian, Perseroan optimis hingga akhir tahun dapat mempertahankan kinerja yang positif meskipun harus tetap mempertimbangkan dampak pandemi yang masih berlangsung,” tutup Victor.