Nilai Aset Turun, Laba HRUM Anjlok 52 Persen Pada Semester I 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Harum Energy Tbk (IDX: HRUM) mencatatkan laba bersih sebesar USD10,356 juta dalam enam bulan pertama tahun 2021, atau melorot 52,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar USD21,928 juta.

Akibatnya, laba per saham dasar turun menjadi USD0,0041. Sedangkan di semester I 2020 masih tercatat USD0,00868.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester I 2021 tanpa audit emiten tambang batu bara dan energi itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/8/2021).

Padahal pendapatan tercatat tumbuh 12,74 persen menjadi USD115,724 juta. Rincinya, pendapatan dari penjualan batubara tujuan luar negeri tumbuh 12,5 persen menjadi USD108,96 juta. Ditambah pendapatan sewa alat berat, jalan pengangkutan tumbuh 4,86 persen menjadi USD6,763 juta.

Terlebih beban pokok pendapatan dan beban langsung menyusut 15,16 persen menjadi USD60,471 juta. Sehingga laba kotor naik 77,41 persen menjadi USD55,253 juta.

Sayangnya, beban umum dan administrasi membengkak 14,7 persen menjadi USD13,258 juta. Ditambah beban perubahan nilai wajar aset keuangan pada Nickel Mines Limited senilai USD10,637 juta.

Lebih tertekan lagi, beban pajak penghasilan membengkak  83,74 persen menjadi USD8,259 juta.

Sementara itu, aset perseroan tercatat naik menjadi USD613,58 juta. Hal itu dipicu adanya penarikan utang bank jangka panjang senilai USD82,95 juta.