Riset : Pertumbuhan Ekonomi Bakal Tertekan Konsumsi Karena PPKM

foto: istimewa

Pasardana.id - DBS Indonesia menilai, prospek ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 2021 sangat tergantung pada evolusi pandemi dan efektivitas (dan skala) dukungan yang diberikan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan riset DBS, sejak akhir Juni, Indonesia mengalami peningkatan tajam dalam kasus penularan.

Jumlah kasus harian telah mencapai puncaknya, di angka sekitar 50.000 pada pertengahan Juli, dan berada di sekitar angka 35.000 pada minggu ini.

Sementara Pulau Jawa menyumbang lebih dari dua pertiga dari total jumlah kasus harian hingga pertengahan Juli, jumlah ini sekarang menjadi sekitar 45% dari jumlah total, menunjukkan bahwa daerah di luar Jawa mengalami peningkatan jumlah dalam dua minggu terakhir.

Bersamaan dengan itu, jumlah kematian absolut telah surut, meski tetap tinggi apabila dilihat dari tingkat sejarah.

"Dengan pemberlakuan dan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada bulan ini oleh pemerintah, momentum pertumbuhan triwulan ketiga kemungkinan akan mengalami pelemahan akibat konsumsi melambat, sementara dukungan pemerintah dan ekspor kemungkinan bernasib lebih baik," tulis DBS, Selasa (10/8/2021).

Pengetatan PPKM Level 4 tetap berlaku di Jawa, yang secara ekonomi penting, menuntut sebagian besar pekerja non-esensial untuk bekerja dari rumah sepenuhnya, kecuali hal-hal penting tertentu (berbelanja bahan makanan, pergi ke apotek), mal dan tempat hiburan ditutup.

Data frekuensi tinggi di awal, termasuk indikator mobilitas dan PMI manufaktur, memberikan indikasi dampak buruk dari pembatasan pergerakan lebih ketat.

Sementara itu, vaksinasi sedang berlangsung, dengan dosis harian rata-rata yang diberikan meningkat dari 500.000 pada Juni menjadi lebih dari 800.000 pada Juli, dengan 1.000.000 dosis diberikan selama beberapa hari.

Sekitar 18% dari penduduk telah menerima setidaknya satu dosis. Karena pasokan vaksin (Moderna, Pfizer, dll.) tersedia lebih banyak, kecepatan vaksinasi kemungkinan akan mencapai tingkat yang ditargetkan, 2 juta dosis/hari.