Indeks Kospi Turun 0,91 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 29,47 poin, atau sekitar 0,91 persen, pada Senin (26/7/2021), menjadi 3.224,95.

Volume perdagangan moderat mencapai 813 juta saham senilai 12 triliun won atau sekitar US$10,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 662 berbanding 212.

Angka indeks naik seiring mencuatnya kekhawatiran terhadap tingginya jumlah kasus baru virus Corona (COVID-19) di Korea Selatan. Sentimen pasar juga terpengaruh anjloknya saham sektor teknologi di Bursa Efek Hong Kong setelah pemerintah Tiongkok memutuskan untuk mereformasi edukasi industri teknologi dan pasar properti.

“Para investor mengambil langkah risk-averse jelang dirilisnya data GDP AS dan berlangsungnya pertemuan Federal Reserve. Isu reformasi teknologi Tiongkok juga memberikan sentimen negatif terhadap pasar saham lokal,” jelas Choi Yoo-Joon, analis Shinhan Investment, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 375 miliar won dan 337 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 723 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing mengalami penurunan 0,63 persen dan 1,27 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics naik 0,11 persen, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor sebaliknya melorot 0,44 persen.

Saham perusahaan operator portal internet Naver tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya. Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI masing-masing anjlok 1,33 persen dan 1,86 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 4,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.155 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 0,10 poin menjadi 7.394,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, terjun 82,69 poin, atau sekitar 2,33 persen, menjadi 3.467,71. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong tergelincir 1.129,66 poin, atau sekitar 4,13 persen, menjadi 26.192,32.