ANALIS MARKET (22/7/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (21/7) IHSG ditutup menguat (+0.21%) ke level 6029.98 ditengah momentum positif di pasar global dan rencana pelonggaran pembatasan aktivitas publik. Secara sektoral pergerakan IHSG kemarin di dorong oleh saham di sektor industry (+1.33%) dan properti (+0.86%). Saham WIKA (+11.68%), WSKT (+14.62%), ADHI (+9.42%) dan PTPP (+8.93%) naik cukup signifikan. Adapun saham WSKT mengalami kenaikan paling tinggi diantara lainnya setelah adanya kabar akan mendapat kucuran dana berupa penyertaan modal negara (PMN) pada 2022 sebesar IDR 3 triliun dan kreditor menyetujui restrukturisasi kredit perseroan dengan outstanding senilai IDR 19.3 triliun, atau mencapai 65% dari total pinjaman WSKT. Di sisi lain, investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih di pasar saham Indonesia sebesar IDR 132.04 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dikoleksi antara lain BMRI,ASII dan BBRI.

Sedangkan mayoritas bursa AS kompak berakhir di zona hijau dengan Indeks DJIA (+0.83%), S&P 500 (+0.82%) dan Nasdaq (+0.92%) didukung oleh pendapatan emiten yang solid yang mendorong aksi beli investor. Kinerja perusahaan serta dukungan kebijakan bank sentral yang berkelanjutan berhasil meredam beberapa kekhawatiran atas puncak pertumbuhan global dan penyebaran varian virus Delta yang mengguncang pasar pada awal pekan ini. Selanjutnya investor global akan menanti kebijakan moneter ECB, Inflasi Eropa dan penjualan rumah AS bulan Juni.

Adapun Bursa Jepang hari ini, Kamis (22/7) ditutup libur memperingati hari laut. Namun sebagian saham di Asia bersiap untuk naik didorong penguatan di bursa global akibat pendapatan perusahaan yang solid. Meski demikian, kekhawatiran atas situasi virus corona di Asia-Pasifik dapat terus membebani sentimen regional pada hari Kamis (22/7) ini.

Adapun dua negara bagian terbesar Australia pada hari Rabu melaporkan peningkatan tajam dalam infeksi Covid baru, sementara Indonesia mencatat rekor kematian yang tinggi akibat virus tersebut.

Dari komoditas, harga minyak (+0.04) naik tipis, setelah di perdagangan kemarin berhasil naik dignifikan karena didukung oleh penurunan stok bahan bakar dan sulingan AS dan reli pasar yang lebih luas. Selain itu, harga batu bara juga terpantau naik 1.06% sementara harga CPO (-0.05%) turun tipis.

Dari dalam negeri, investor akan fokus pada kebijakan suku bunga Indonesia yang di gelar hari ini, dengan ekspektasi konsensus tetap di level 3.5%. Di sisi lain, utang RI yang mendapat outlook negatif dari S&P dapat membebani pergerakan IHSG.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas di tengah berlanjutnya reli saham global,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (22/7/2021).