ANALIS MARKET (21/7/2021) : IHSG Berpeluang Menguat Mengiringi Optimisme Bursa Asia

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan Senin (19/07) lalu, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 55.12 poin (-0.91%) ke level 6017.39 dengan pergerakan yang cenderung tertekan di zona merah sejak awal sesi perdagangan. Saham BBCA (-1.7%), TPIA (-5.0%), ARTO (-3.8%), BBRI (-1.6%) dan BMRI (-2.1%) turun cukup dalam menjadi laggard pergerakan IHSG. Indeks Sektoral mayoritas melemah dipimpin indeks sektor Material Dasar, Industri, Kesehatan dan Keuangan. Investor mengambil langkah aman menjelang libur idul Adha pada hari selasa ditengah tingkat fluktuasi bursa global yang cukup tinggi pasca data inflasi AS dan Kasus Covid-19 varian baru yang meluas.

Di sisi lain, Mayoritas bursa AS di tutup naik pada perdagangan Selasa (20/07). Indeks Dow Jones (+1.62%), S&P500 (+1.51%) dan NASDAQ (+1.57%) karena para pedagang mengabaikan kekhawatiran bahwa kebangkitan virus corona akan membatasi pemulihan ekonomi. Sementara jka dilihat dari data ekonomi yang rilis, data menunjukkan perumahan AS mulai meningkat pada bulan Juni lebih dari perkiraan, menunjukkan konstruksi perumahan stabil meskipun kendala rantai pasokan kekurangan tenaga kerja.

Sementara itu, diperdagangan Rabu (21/7) pagi ini, Indeks Nikkei (+1.38%) dan TOPIX (+1.52%) naik cukup optimis setelah rebound-nya bursa saham karena kekhawatiran atas kelanjutan ekonomi atas wabah virus covid-19 mereda. Indeks Futur naik di Jepang, Australia, Hongkong dan ekuitas berjangka AS diawal perdagangan bursa Asia.

Dari komoditas energi, harga minyak mentah WTI naik 1.51% sedangkan batubara terkoreksi 1.81%. Komoditas logam mayoritas naik dengan timah naik 0.64% dan nikel naik 1.44%.

Diperdagangan hari ini, Rabu (21/7), investor akan menanti data aktifitas neraca perdagangan di Jepang dan data stok persediaan minyak di AS.

Dari dalam negeri, sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG yaitu dari diperpanjangnya PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021. Selain itu, Fitch Rating menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5.3% menjadi 4.8% akibat meningkatnya lonjakan kasus virus beberapa waktu terakhir.

“Secara sentiment, IHSG berpeluang menguat mengiringi optimisme bursa Asia,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (21/7/2021).