Indeks Kospi Turun 0,97 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 31,65 poin, atau sekitar 0,97 persen, pada Rabu (9/6/2021), menjadi 3.216,18.

Volume perdagangan moderat mencapai 1,9 miliar saham senilai 16,9 triliun won atau sekitar US$15,2 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 571 berbanding 287.

Angka indeks turun untuk sesi kedua beruntun seiring mencuatnya kehati-hatian para investor sebelum mengetahui langkah selanjutnya yang diambil Federal Reserve Amerika Serikat.

“Para investor menantikan dirilisnya data consumer price index (CPI) AS bulan Mei dan berlangsungnya pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC),” jelas Choi Yoo-Joon, analis Shinhan Financial, seperti dikutip Yonhap News.

Bank of Korea dalam laporan yang dirilis Rabu menyebutkan bahwa GDP Korea Selatan tumbuh 1,7 persen year-on-year pada kuartal pertama tahun ini, lebih tinggi 0,1 persen dari ekspektasi.

Angka producer price index (PPI) Tiongkok bulan Mei meningkat melampaui ekspektasi di tengah naiknya harga berbagai komoditas. Namun angka CPI Tiongkok bertumbuh lebih lamban dari ekspektasi.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 329 miliar won dan 458 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 788 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,98 persen, sedangkan saham SK Hynix terjun 3,92 persen. Saham perusahaan operator portal internet Naver merosot 1,1 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics anjlok 2,46 persen, sedangkan saham perusahaan kimia LG Chem melorot 0,74 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor merosot 1,64 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 1,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.115,4 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,19 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 22,40 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 7.270,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 11,29 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 3.591,40. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 38,75 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 28.742,63.