Beban Bengkak, Laba MOLI Anjlok 50 Persen Pada Kuartal I 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Madusari Murni Indah Tbk (IDX: MOLI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp10,58 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2021, atau anjlok 50,23 persen dibandingkan kuartal I 2020, yang tercatat sebesar Rp21,12 miliar.

Akibatnya, laba per saham dasar turun menjadi Rp4,53. Sedangkan kuartal I 2020 tercatat senilai Rp9,05.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2021 emiten ethanol itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/6/2021).

Padahal, pendapatan bersih perseroan tercatat tumbuh 18,44 persen menjadi Rp443,5 miliar. Rincinya, penjualan ethanol tumbuh 19,47 persen menjadi Rp411,008 miliar.

Sedangkan penjualan karbon dioksida tumbuh 1,9 persen menjadi Rp15,9 miliar. Bahkan penjualan pupuk naik 24,53 persen menjadi Rp11,8 miliar.

Namun beban pokok penjualan membengkak 24,54  persen menjadi Rp340,57 miliar. Sehingga laba kotor tumbuh 1,67 persen menjadi Rp102,92 miliar.

Sayangnya, beban keuangan membengkak 60 persen menjadi Rp16,64 miliar.

Lebih tertekan lagi, adanya kenaikan 8,1 persen atas beban penjualan distribusi menjadi Rp40,25 miliar.

Sementara itu, aset tumbuh 3,64 persen menjadi Rp2,362 triliun. Hal itu ditopang adanya pertumbuhan 2,3 persen atas saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menjadi Rp486,057 miliar.

Patut diperhatikan, arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp44,9 miliar, atau memburuk dibandingkan kuartal I 2020 yang mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1,414 miliar.