Selain Wisata, DSP Labuan Bajo Juga Fokus Pada Dukungan Pasokan Pangan

Foto : istimewa

Pasardana.id - Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Musdhalifah Machmud yang diwakili Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura, Yuli Sri Wilanti melakukan audiensi serta sosialisasi Program Kemitraan Closed Loop Komoditas Hortikultura kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) beserta para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendukung DSP Labuan Bajo Flores, NTT.

Dalam kesempatan tersebut, Yuli mengatakan, bahwa prioritas pembangunan Destinasi Super Prioritas (DSP) tidak hanya berfokus pada penyiapan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terkait pariwisata saja.

Menurutnya, DSP juga diperlukan untuk mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan penyiapan ekosistem yang mendukung pasokan pangan sebagai kebutuhan utama dalam menarik wisatawan.

“Adanya DSP (Destinasi Super Prioritas) Labuan Bajo Flores bisa memberikan peluang bisnis yang mampu menggerakkan ekonomi daerah. Tidak hanya dari sisi pariwisata namun pasokan pangan harus menjadi prioritas yang dibangun melalui pemberdayaan petani dan kolaborasi semua pelaku usaha,” kata Yuli dalam keterangan tertulis, Kamis (17/6/2021).

Disampaikan Yuli, hal ini dilakukan untuk mendukung rencana pelaksanaan 2 agenda internasional, masing-masing Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 November 2022 dan ASEAN Summit 2023.

Untuk diketahui, salah satu isu strategis di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, adalah penyediaan komoditas pangan untuk menunjang sektor pariwisata yang belum dapat dipenuhi oleh petani setempat.

Menurut Yuli, hingga saat ini ada sekitar 85% pasokan bahan pangan dipasok dari luar wilayah tersebut.

Hal ini menjadi tantangan bagi Pemerintah agar petani setempat dapat memasok kebutuhan pangan yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng menyampaikan, keberadaan DSP Labuan Bajo Flores menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kontribusi sektor pertanian dalam pemenuhan kebutuhan lokal yang selama ini masih dipenuhi dari luar Nusa Tenggara Timur.

Dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2020 - 2024, sektor pertanian menjadi penyokong utama perekonomian daerah.

Yuli juga menegaskan, Pemerintah Daerah perlu bekerja sama dengan Badan Otoritas Labuan Bajo Flores (BOLBF), Pelaku Usaha Hotel dan Rumah Makan, serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Manggarai Barat untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian.

“Salah satunya dengan memetakan jenis dan volume komoditas yang dibutuhkan untuk mendukung pariwisata, khususnya kebutuhan Hotel dan Restoran di Labuan Bajo,” jelasnya.

“Sehingga petani dapat merencanakan produksi sesuai kebutuhan dan dibantu untuk melakukan kemitraan dengan pelaku pasar. Adanya kepastian pasar dan harga akan memotivasi petani untuk terus berproduksi,” tukasnya.

Sebagi informasi, adiensi tersebut juga dihadiri Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kemendes PDTT, perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM serta pelaku usaha BUMN dan swasta.