Pemerintah Targetkan Semua Daerah Punya Rencana Pengolahan Energi Pada 2022

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah menargetkan seluruh daerah di Indonesia memiliki Rencana Umum Energi Daerah (RUED) pada 2022.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI mengatakan, saat ini daerah yang sudah memiliki RUED telah mencapai 21 provinsi. Artinya, masih ada 13 daerah yang belum memiliki RUED.

Adapun RUED merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi mengenai rencana pengelolaan energi di tingkat provinsi yang merupakan penjabaran dan pelaksanaan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

"Daerah juga mempunyai rencana sendiri, RUED. Masih ada 13 daerah yang belum mempunyai RUED. Untuk itu, target dari pada Dewan Energi Nasional (DEN) di 2020 seluruh daerah bisa memiliki RUED," kata Arifin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021).

Dijelaskan, dari 13 provinsi ini, saat ini tengah menyusun Perda RUED dengan rincian, yakni 1 (satu) provinsi sedang proses registrasi, 9 provinsi telah memasukkan ke dalam formulir Perda 2021 dan pembahasan di DPRD, kemudian 3 provinsi lainnya telah memiliki draf Perda RUED, tapi belum terdapat anggaran untuk pembuatannya.

Lebih lanjut Arifin mengatakan, keberadaan RUED sangat penting untuk bisa menentukan kebutuhan dan juga pasokan energi di suatu daerah.

Peran dan manfaat RUED bagi daerah di antaranya, yakni; menjamin ketersediaan energi di daerah hingga 2050 dan mendukung rencana pembangunan dan pengembangan daerah.

"Di situlah kita bisa melihat kebutuhan, resources yang ada dan bisa diprogram rencana implementasinya," ujar Arifin.

Selain itu, RUED juga dinilai akan membuka potensi pengembangan ekonomi, serta memberikan kepastian ketersediaan energi bagi investor untuk melakukan investasi di daerah.

Lebih lanjut, Arifin mengatakan, secara nasional, capaian bauran energi masih jauh dari target yang telah disusun dalam RUEN.

Bauran energi baru terbarukan (EBT) - salah satunya yang tengah didorong, hingga 2020 capaiannya baru 11,2 persen.
Pemerintah menargetkan bauran EBT bisa mencapai 23 persen di 2025 dan 31 persen di 2030.

"Potensi EBT masih besar di Indonesia, tercatat 417,8 gigawatt (GW) yang dimanfaatkan baru 10,3 GW atau 11 persen," jelas dia.

Sebagai informasi, capaian EBT sampai dengan 2020 baru sebesar 11,51%. Pemerintah mengaku masih optimis target EBT ini bisa tercapai di tahun 2025 mendatang sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana belum lama ini.

"Kalau jawab sekarang, ya kita akan capai 23%, tapi kan buktinya nanti ya, di 31 Desember 2025. Kita pastikan angka-angkanya masuk," ungkapnya.