Perkuat Penegakan Hukum, IFG Gandeng Kejaksaan Agung

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Indonesia Financial Group (IFG), sebagai BUMN Holding Asuransi dan Penjaminan serta pasar modal dan investasi, melakukan perjanjian kerjasama dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung Republik Indonesia dalam rangka penguatan komitmen untuk penegakan hukum, bantuan hukum, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

“Kerjasama ini adalah salah satu bentuk komitmen kuat kami dalam mewujudkan holding yang terpercaya dan prudent, dimana kami berupaya untuk memperkuat pengawasan serta pelaksanaan tata kelola perusahaan khususnya dalam ruang lingkup penegakan hukum di ranah perdata dan tata usaha negara sehingga bisa lebih maksimal dalam memberikan pelayanan dan produk yang tepat dan berdaya guna bagi seluruh masyarakat,” tutur Robertus Billitea, Direktur Utama IFG, seperti dilansir dari siaran pers, Rabu (5/5).

Komitmen tersebut dituangkan dalam bentuk penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara IFG dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang dihadiri langsung oleh Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara RI Feri Wibisono serta Komisaris Utama IFG Fauzi Ichsan, Direktur Utama IFG Robertus Billitea, dengan didampingi oleh Direktur Keuangan dan Umum IFG Rizal Ariansyah dan Direktur Bisnis IFG, Pantro Pander Silitonga.

Adapun PKS tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan IFG sebagai holding saja, tetapi juga untuk seluruh anggota holding dan jaringannya yang ada di Indonesia.

“Hal ini penting dan perlu dilakukan sebagai bentuk keseriusan IFG dalam mengelola perusahaan,” tegas Robertus.

Lingkup kerja sama antara IFG dan Kejaksaan Agung RI adalah di bidang perdata dan tata usaha negara, utamanya untuk mendapatkan bantuan hukum dan pertimbangan hukum, sesuai kewenangan Kejaksaan Agung melalui Jamdatun.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM) antara IFG dan Kejaksaan Agung juga melakukan kerjasama dalam rangka peningkatan kompetensi dan kapabilitas SDM yang dapat dilakukan antara lain melalui pelatihan bersama serta kegiatan sosialisasi.

Direktur Keuangan dan Umum IFG, Rizal Ariansyah menambahkan, kompetensi dalam penegakan hukum bagi IFG merupakan komitmen yang serius untuk terus diperkuat.

"Kompetensi dalam penegakan hukum bagi kami merupakan komitmen yang serius untuk terus diperkuat dalam rangka meletakkan pondasi tata kelola yang prudent, tidak hanya di holding saja tapi termasuk di anak perusahaan,” ungkap Rizal.

Setelah penandatanganan PKS IFG bersama Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara RI menyelenggarakan webinar yang bertema "Business Judgement Rule Dilihat dari Perspektif Pemeriksa dan Penegak Hukum" yang diikuti oleh seluruh Kepala Divisi Hukum IFG dan anggota holding.

Diharapkan dengan adanya kerjasama tersebut, seluruh pihak yang bersangkutan yakni Kejaksaan Agung dan IFG beserta anak perusahaannya dapat memberikan nilai tambah (added value) dalam pengembangan SDM baik dari segi bidang hukum di bidang investasi dan pasar modal serta perasuransian dan penjaminan, yang merupakan bisnis IFG.

Seperti diketahui, IFG memiliki 10 anggota holding, yang meliputi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Jasa Raharja, dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Grahaniaga Tatautama, PT Bahana Kapital Investa dan PT Asuransi Jiwa IFG.

Sebagai holding, IFG memiliki peran dan tanggung jawab terhadap anggota holding yang meliputi aspek strategis, finansial, manajemen risiko dan operasional.

Indonesia Financial Group (IFG) menghadirkan perubahan di industri finansial yang mengedepankan praktek yang akuntabel, prudent, dan transparan dengan tata kelola perusahaan yang baik dan penuh integritas.

Sebagai salah satu tonggak utama penggerak industri finansial di Indonesia, IFG berfungsi penting dalam menopang perekonomian nasional, meningkatkan stabilitas dan inklusi keuangan nasional.