Erick Thohir Kaji Pembubaran 7 BUMN Mati Suri

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri BUMN, Erick Thohir mengakui, bahwa saat ini ada 7 BUMN yang sudah tak lagi beroperasi alias sudah mati suri, namun masih berdiri dan menjadi pasien PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA.

Dia pun berencana kalau 7 BUMN tersebut akan dibubarkan tahun ini.

"Nah itu kan BUMN-BUMN yang di bawah PPA itu memang BUMN yang sudah dari 2008 sebenarnya mati suri. Jadi bukan BUMN yang beroperasi, sudah dari tahun 2008 itu mati beroperasi," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Menurut Erick, langkah ini tidak sembarangan. Saat ini, dia bersama Kartiko Wiriatmodjo (Wakil Menteri BUMN) sedang melakukan kajian terkait 19 BUMN ini.

Ia menilai, perlu dilakukan langkah kejelasan terkait nasib BUMN ini ke depannya, daripada tidak memberikan kepastian.

"Kalau gak ada kepastian, nanti kita dzolim dong. Apalagi, BUMN saat ini harus bisa bersaing. Kalau BUMN yang memang mati suri seperti itu, mana bisa bersaing," ujar Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo membeberkan, BUMN yang akan dibubarkan, antara lain; PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas, PT Kertas Leces (Persero), dan PT Kertas Kraft Aceh (Persero) atau KKA.

Untuk memproses pembubaran tersebut, pihaknya masih perlu melakukan penilaian melalui PPA.

"Intinya kita akan akses lagi kondisi terakhirnya. Apakah ada aset yang bisa kita manfaatkan dulu, kemudian kondisi tenaga kerjanya, operasinya. Intinya kalau sudah tidak ada operasi, tidak ada tenaga kerja, dan tidak ada eksposur kewajiban, kita akan lanjut ke proses penutupan," tutur pria yang akrab disapa Tiko tersebut.

Lebih lanjut Tiko juga menargetkan pada semester dua tahun ini akan ada keputusan bagaimana nasib 19 BUMN yang berada di bawah PPA. Berapa jumlahnya dan BUMN apa saja yang akan ditutup, akan dibuka ke publik pasca kajian.

"Targetnya, semester dua tahun ini lah," tukasnya.