Tekan Beban, PBSA Raih Laba Rp43 Miliar Pada Tahun 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (IDX: PBSA) meraih laba bersih sebesar Rp43,118 miliar pada tahun 2020, atau melonjak 230,76 persen dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp13,56 miliar.

Sehingga laba per saham dasar juga melonjak menjadi Rp28,75, dibandingkan pada tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp9,05.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2020 telah audit emiten kontraktor bangunan itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/5/2021).

Padahal, pendapatan usaha justru menyusut 9,06 persen menjadi Rp552,602 miliar.  

Dalam laporan keuangan itu dijelaskan, seluruh pendapatan usaha berasal dari jasa konstruksi.

Misalnya dari PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (PT SMART Tbk) (IDX: SMAR) senilai Rp114,54 miliar dan PT Buana Tunas Sejahtera senilai Rp103,45 miliar yang merupakan kelanjutan kerja tahun 2019.

Sedangkan kontrak kerja tahun 2020, berasal dari PT Bangun Nusa Mandiri senilai Rp66,033 miliar dan PT EcoOlis Jaya Indonesia sebesar Rp62,16 miliar.

Namun peseroan dapat melakukan penyusutan sebesar 12,06 persen atas beban pokok pendapatan menjadi Rp459,19 miliar. Sehingga laba kotor tercatat tumbuh 10,14 persen menjadi Rp93,413 miliar.

Menariknya, pada tahun 2020, perseroan membukukan penghasilan sewa sebesar Rp2,2 miliar, sedangkan tahun 2019 pendapatan itu nihil.

Ditambah membukukan keuntungan selisih nilai tukar senilai Rp294,42 juta. Padahal di tahun 2019, justru mencatatkan rugi selisih nilai tukar senilai Rp4,635 miliar.

Sementara itu, aset perseroan tercatat sebesar Rp702,23 miliar, atau menyusut 2,7 persen dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp722,9 miliar.

Patut dicermati, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat senilai Rp49,58 miliar, atau membaik dibandingkan tahun 2019 yang membukukan kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi senilai Rp2,826 miliar.