ANALIS MARKET (25/5/2021) : Pergerakan IHSG Diperkirakan Kembali Terkonsolidasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (24/5), IHSG ditutup turun 9.49 poin (-0.16%) ke level 5763.63 dengan saham AALI (-6.38%) dan LSIP (-6.50%) membebani. Penurunan harga CPO dari level tertingginya yang terus menerus sejak akhir pekan lalu membebani pergerakan harga saham produsen CPO. Investor juga menanti hasil rapat gubernur bank Indonesia hari Selasa (25/5), guna mendapatkan signal prospek kebijakan moneter dan pandangan perekonomian Indonesia ditengah pertumbuhan inflasi yang masih stagnan dibawah dua persen.

Di sisi lain, mayoritas indeks saham Asia menutup awal pekan (24/5) dengan menguat, kecuali HangSeng (-0.16%) yang melemah sedangkan Indeks Nikkei (+0.17%), TOPIX (+0.44%) dan CSI300 (+0.42%) naik mengiringi penguatan indeks ekuitas berjangka AS yang lebih tinggi. Investor berspekulasi The Fed akan mempertahankan dukungan moneter dalam beberapa bulan mendatang karena rebound di ekonomi terbesar dunia tersebut, memicu kekhawatiran pertumbuhan inflasi yang lebih cepat.

Sedangkan Bursa Eropa mayoritas menguat, kemarin (24/5). Indeks Eurostoxx (+0.08%), FTSE (+0.30%), DAX (+0.44%) dan CAC40 (+0.16%) naik. Pendapatan yang kuat pada kuartal pertama tahun ini pada sebagian besar perusahaan di Eropa mampu menopang harga saham. Minyak mentah WTI naik di atas $ 64 per barel di tengah tanda-tanda lebih lanjut bahwa AS pulih dari pandemi. Investor juga memantau kemajuan dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran yang dapat menyebabkan peningkatan pasokan minyak mentah global.

Selanjutnya, investor menanti hasil rapat bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi di Jerman, dan data indeks penjualan rumah di AS.

Adapun pada perdagangan Selasa (25/5) pagi ini, Indeks Nikkei (+0.60%) dan TOPIX (+0.31%) melanjutkan penguatannya, ditengah penguatan bursa AS karena pejabat Federal Reserve mencoba meredakan kekhawatiran tentang inflasi. Para pejabat menegaskan kembali bahwa mereka mengharapkan kondisi inflasi hanya sementara dari rebound ekonomi AS. Imbal hasil US Treasury sepuluh tahun dan dolar stabil setelah penurunan.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.15%) terkoreksi pagi ini setelah di perdagangan sebelumnya menguat cukup signifikan ke sekitar level US$ 66 per barel setelah Iran mengatakan bahwa kesenjangan masih ada dalam negosiasi yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri sanksi AS terhadap minyak mentahnya. Selain itu, harga batu bara terpantau kembali menguat lebih dari 1%.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan kembali terkonsolidasi menanti keputusan suku bunga bank Indonesia yang diumumkan hari ini. Adapun ekspektasinya, suku bunga tetap di level 3.5%,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (25/5/2021).