SRIL Sebut Status PKPU Picu Tak Bisa Bayar MTN

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Sri Rejeki Isman Tbk (IDX: SRIL) mengaku tidak dapat melaksanakan kewajibannya berupa pembayaran pokok dan bunga MTN (Medium Term Notes) Sritex Tahap III tahun 2018 karena dalam proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).

Hal itu diungkapkan manajemen emiten tekstil itu dalam jawaban atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/5/2021).

Dijelaskan, proses PKPU yang mendera perseroan mengakibatkan semua utang secara otomatis direstrukturisasi dan tidak boleh membayar utang termasuk MTN yang jatuh tempo pada tanggal 18 Mei 2021, kecuali juga membayar kepada semua kreditur.

Sebelumnya, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (6/5/2021) mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap SRIL dalam Perkara PKPU No.12/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg.

Dalam putusannya, Majelis Hakim yang memeriksa dan memutus perkara, telah mengabulkan Permohonan PKPU dari CV Prima Karya terhadap Para Termohon PKPU terhitung sejak hari ditetapkan PKPU Sementara terhadap SRIL (Termohon I), PT. Sinar Pantja Djaja (Termohon II), PT Bitratex Industries (Termohon III) dan PT Primayudha Mandirijaya (Termohon IV) untuk jangka waktu 45 hari sejak putusan diucapkan.

Kuasa Hukum SRIL, Patra M Zen menyampaikan, pihaknya selaku Debitur akan kooperatif dan terbuka dalam proses PKPU ini, khususnya para stakeholder perbankan, pemegang saham, obligasi dan vendor atau suplier.

"Debitur akan menerapkan kebijakan yang fair dan perlakuan sama (equal treatment) terhadap semua kreditur," ungkap Patra.