Lagi, BEI Larang Anggota Bursa Berdagang

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak memperkenankan PT Supra Sekuritas Indonesia melakukan kegiatan perantara perdagangan efek sejak sesi I, tanggal 11 Mei 2021.

Kebijakan itu diambil setelah diketahui MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) anggora bursa (AB) dengan kode perdagangan SS itu kurang dari ketentuan wajib minimal sebesar Rp25 Miliar.

“Berdasarkan hasil pemantauan Bursa terhadap Sistem Pusat Pelaporan MKBD diketahui bahwa nilai MKBD PT Supra Sekuritas Indonesia per tanggal 10 Mei 2021 tidak memenuhi ketentuan nilai minimum yang dipersyaratkan,” tulis manajemen BEI dalam pengumuman, Selasa (11/5/2021).

Masih berdasarkan data di laman BEI tercantum MKBD terakhir tercatat sebesar Rp18,51 miliar, sedangkan sebelum pemeriksaan mencantumkan Rp26,3 miliar dan modal disetor Rp31 miliar.

Sebelumnya, BEI juga mengenakan sanksi denda senilai Rp178 juta kepada PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia.

Kebijakan itu diambil setelah Bursa Efek Indonesia menemukan bahwa anggota bursa dengan kode perdagangan TX itu memiliki MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) kurang dari ketentuan yakni sebesar Rp25 miliar.

Melansir pengumuman BEI, Selasa (04/5/2021) bahwa Dhanawibawa Sekuritas Indonesia juga tidak diperkenankan melakukan kegiatan perantara perdagangan efek sejak sesi 1, Selasa, 4 Mei 2021.

Jika ditelusuri di laman BEI, TX mengumumkan memiliki modal disetor Rp100 miliar dan MKBD sebesar Rp25,11 Miliar.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang mengungkapkan bahwa AB yang mengalami nasib serupa telah memberikan penjelasan terkait tidak dipenuhinya MKBD. 

“Suspensi terhadap kedua AB akan dibuka kembali setelah dipastikan bahwa MKBD sudah memenuhi persyaratan minimum MKBD,” kata dia.