Wall Street Melemah Akibat Aksi Ambil Untung

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Selasa (6/4/2021) akibat aksi ambil untung yang dilakukan para investor setelah indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mencapai angka rekor pada sesi sebelumnya.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones melemah 96,95 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 33.430,24. Indeks S&P 500 melorot 3,97 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 4.073,94. Indeks komposit Nasdaq berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 7,21 poin menjadi 13.698,38.

Optimisme pemulihan ekonomi AS membuat angka indeks perdagangan saham di Wall Street melambung pada sesi sebelumnya. Data terbaru menunjukkan aktivitas sektor jasa menunjukkan peningkatan yang tajam dan pasar tenaga kerja mulai pulih dari dampak pandemi virus Corona (COVID-19).

Para investor juga terpengaruh revisi pertumbuhan ekonomi global yang dilakukan International Monetary Fund (IMF), dari sebelumnya 5,5 persen menjadi 6 persen tahun ini.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat seiring merosotnya imbal hasil obligasi AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2021 naik 0,1 persen menjadi US$1.731,10 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,14 persen menjadi 92,70.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7 persen, setelah para investor melakukan aksi beli seusai libur panjang pekan suci Paskah dipicu optimisme pemulihan ekonomi global.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 86,25 poin, atau sekitar 1,28 persen, menjadi 6.823,55. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 105,51 poin, atau sekitar 0,70 persen, menjadi 15.212,68.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 57 poin, atau sekitar 0,66 persen, menjadi 8.634,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, naik 28,38 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 6.131,34.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3854 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,4 persen menjadi 1,1727 euro per pound.