Kata Indef Terkait Rencana Pengembangan KEK Mirip Silicon Valley di Sukabumi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Rencana pemerintah dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, mendapat tanggapan dari Lembaga Kajian Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef)

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan, kawasan yang dinamakan Bukit Algoritma itu, disebut-sebut nantinya akan menjadi Silicon Valley-nya Indonesia.

Keberadaannya diharapkan dapat menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Dia mengatakan, inovasi dan teknologi memang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Karena itu, menurutnya, untuk mewujudkan peluang High Tech Zone sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, yang mampu mendongkrak ekonomi, diperlukan adanya struktur ekologi dan daya platform yang mendukung adanya kolaborasi antara industry, university, dan research.

“Kalau kita lihat, adanya Bukit Algoritma atau Silicon Valley yang ada di Sukabumi nanti, kalau ke depannya memang diarahkan untuk menjadi suatu kawasan khusus, tentunya akan meng-create lebih banyak lapangan kerja, menarik investasi di sektor teknologi, meningkatkan kompetensi dan produktivitas, serta kemudahan sharing knowledge dan inovasi di Indonesia,” papar Eshter dalam diskusi publik tentang Silicon Valley Indonesia, Kamis (15/4/2021).

Rencana pengembangan Bukit Algoritma sebagai Silicon Valley-nya di Indonesia, tidak lepas dari keinginan untuk mengembangkan ekonomi digital di Indonesia yang perkembangannya semakin pesat.

Indef menyebutkan, saat ini Indonesia memiliki lebih dari 2.000 perusahaan rintisan atau startup. Jumlah itu, sedikit di bawah jumlah perusahaan rintisan di Amerika Serikat, India, Inggris dan Kanada.

Selain itu, pangsa pasar ekonomi digital di Indonesia, besarnya lebih dari separuh pangsa pasar ekonomi digital di kawasan ASEAN.

Meski memiliki potensi ekonomi digital yang besar, masih ada sejumlah persoalan serius yang harus dibenahi jika Indonesia benar-benar ingin mewujudkan apa yang disebut Silicon Valley.

Eshter pun menegaskan, Indonesia harus memiliki kualitas tenaga kerja yang sesuai dengan industri Kawasan Ekonomi Khusus tersebut. Sehingga diperlukan adanya investasi pada pendidikan, pelatihan dan pengembangan keterampilan.

Pembangunan Silicon Valley ala Indonesia ini juga membutuhkan lembaga yang bisa mendorong investor untuk mendapatkan modal lebih besar dengan mudah dan tentunya paket kebijakan investasi yang juga harus disertai perbaikan iklim investasi.

"Kalau ini semua bisa di-create maka adanya pembangunan Silicon Valley di Indonesia yang ada di Sukabumi itu akan berdampak positif bagi ekonomi Indonesia," tandasnya.