ANALIS MARKET (16/4/2021) : Sentimen Eksternal Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, pasar global bergerak menguat pada perdagangan Kamis (15/4).

Dow menguat 305,10 poin atau 0,90% menjadi 34.035,99. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq juga menguat masing-masing 1,11% dan 1,31% menjadi 4.170,42, dan 14.038,76.

Dari Eropa FTSE juga naik 0,63% menjadi 6.983,50 sementara Stoxx600 naik 0,45% menjadi 438,55.

Dari Asia, Nikkei 225 naik 0,07%, Kospi juga naik 0,38% pada perdagangan kemarin.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menembus angka RP 14.610. Sedangkan komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah 0,13% sedangkan Brent pagi ini naik 0,10%.

Sementara itu, diperdagangan Jumat (16/4) pagi ini, Nikkei 225 dibuka menguat 0,25% begitupun Kospi menguat 0,23%. Adapun indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq melemah masing-masing 0,03%, 0,05% dan 0,12%.

Lebih lanjut, analis SAM juga menyebutkan beberapa sentiment yang layak dicermati para pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; 

1.Presiden AS Joe Biden telah memerintahkan sanksi baru terhadap Rusia, termasuk pembatasan pembelian utang baru, sebagai tanggapan atas tuduhan bahwa Moskow berada di balik peretasan yang merusak pada SolarWinds dan mengganggu pemilihan AS tahun lalu. Joe Biden memberi sanksi kepada 32 entitas dan individu, sementara 10 diplomat Rusia di Washington akan dikeluarkan. Menganggapi hal ini, Rusia berjanji untuk membalas. Meski demikian Kremlin tetap mengisyaratkan pihaknya tetap terbuka terhadap tawaran Gedung Putih untuk menghadiri pertemuan puncak kepresidenan. 

2.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai US$ 18,35 miliar atau tertinggi sejak Agustus 2011 yang kala itu mencapai US$ 18,64 miliar. Secara year on year (yoy), ekspor Indonesia bulan lalu naik impresif 30,47%, yang ditopang oleh kenaikan ekspor migas 38,67% dan kenaikan ekspor nonmigas 30,07%. Dari total ekspor selama Maret 2021 itu, sektor industri pengolahan menyumbang hingga US$ 14,84 miliar atau 80,84%. “Kenaikan yang tinggi secara bulanan terjadi karena adanya kenaikan ekspor baik dari minyak kelapa sawit, besi baja, kimia dasar organik, yang bersumber dari minyak,” ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam telekonferensi pers pada Kamis (15/4). 

3.Bank Indonesia (BI) menyatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini lebih disebabkan oleh kebutuhan dolar yang meningkat dalam rangka repatriasi pajak oleh investor asing. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Hariyadi Ramelan, mengatakan bahwa terdapat juga faktor jadwal pembayaran utang luar negeri yang memang jatuh tempo di bulan April ini.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Jumat (16/4/2021). 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.