Wall Street Melemah Jelang Perilisan Data Inflasi

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (12/4/2021) jelang perilisan data inflasi Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 55,2 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 33.745,40. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pelemahan tipis 0,81 poin menjadi 4.127,99. Indeks komposit Nasdaq melorot 50,19 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 13.850.

Data harga konsumen untuk bulan Maret akan dirilis Selasa (13/4/2021) dan berpotensi mendongkrak imbal hasil obligasi AS. Selain data harga konsumen, para investor juga menantikan dimulainya perilisan laporan laba emiten pada Rabu (14/4/2021), dimulai sektor perbankan seperti Goldman Sachs, JPMorgan, dan Wells Fargo.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, sektor layanan komunikasi dan energi mengalami penurunan tertajam.

Saham perusahaan manufaktur mobil elektrik Tesla Inc melambung 3,7 persen setelah Canaccord Genuity meningkatan peringkat saham menjadi buy. Saham perusahaan teknologi Nvidia melonjak 5,6 persen usai mengumumkan akan memproduksi chip prosesor server.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2021 turun 0,7 persen menjadi US$1.732,70 per ons.

Penurunan harga emas berjangka terbatasi melemahnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,04 persen menjadi 92,164.

Bursa saham Eropa melemah pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,5 persen, jelang berlangsungnya musim perilisan laporan laba emiten.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 26,63 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 6.889,12. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 19,16 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 15.215.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 33,20 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 8.532,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, merosot 7,73 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 6.161,68.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,37315 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,3 persen menjadi 1,1548 euro per pound.