Regulator Kaji Penerapan Saham Kelas Ganda Tanpa Rugikan Publik

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merancang peraturan penerapan Saham Kelas Ganda (Dual-Class Shares) dan SPAC (Special Purpose Acquisition Company).

Namun masih terdapat isu kesetaraan antara pemegang saham pendiri dan investor publik, terutama terkait dengan perusahaan penuh muatan teknologi dengan kapitalisasi pasar lebih dari USD1 miliar atau Unicorn.

Menurut Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1A OJK, Luthfi Zain Fuady, bahwa dari hasil pembicaraan antara OJK, BEI, dan pelaku pasar harus ada jalan keluar dari persoalan kesetaraan antara pemegang saham pendiri dan investor publik jika diterapkan Dual Class Share atau Saham Kelas Ganda.

“Isu-nya dalam tanda kutip keadilan, pemegang saham pendiri yang sudah punya ‘duit banyak’ masih diberikan kelebihan hak lagi di saham. Ini sudah dikaji bagaimana penerapan Saham Kelas Ganda tanpa merugikan publik,” ungkap dia dalam paparan media secara daring, Selasa (9/3/2021).

Ia menambahkan, OJK akan memastikan adanya keadilan antara investor publik dan pemegang saham pendiri perusahaan Unicorn tersebut.

“Klausul yang kami tawarkan, misalnya diberikan hak lebih di saham tapi pembagian dividen lebih sedikit,” kata dia.

Ia menjelaskan, penerapan Saham Kelas Ganda ini menjadi penting karena Pemegang Saham Pendiri Unicorn memiliki karakteristik berbeda dengan perusahaan pada umumnya.

“Pendiri Unicorn itu punya nilai lebih, misalnya, Nadiem Makarim dengan Gojek-nya. Jika Nadiem tidak lagi di Gojek maka nilai perusahaan akan turun, karena Nadiem yang menguasai teknologinya,” jelas dia.