ANALIS MARKET (23/3/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (22/3), IHSG ditutup turun 55.03 poin (-0.86%) ke level 6301.13 mengiringi rentetan pelemahan indeks global. Penguatan di saham-saham sektor perdagangan (+2.17%), Pertanian (+0.80%) dan Pertambangan (+0.31%) tidak mampu menahan pelemahan IHSG hingga akhir sesi perdagangan. Saham-saham pada sector aneka Industri (-2.37%), Infrastruktur (-1.61%) dan Keuangan (-1.54%) yang memiliki bobot lebih besar turun cukup signifikan. Saham-saham pertambangan dan pertanian terlihat mulai rebound setelah harga CPO, Nikel dan batu bara pada Senin (22/3) sore terpantau naik.

Di sisi lain, kemarin (22/3), mayoritas bursa Asia ditutup melemah di awali pelemahan cukup signifikan terjadi pada indeks saham Jepang. Indeks Nikkei (-2.07%) dan TOPIX (-0.36%) turun yang di ikuti dengan indeks saham HangSeng (-0.36%) sedangkan indeks CSI300 (+1.00%) menguat di Tiongkok setelah prospek pertumbuhan ekonomi diperkirakan melesat. Turunnya indeks berjangka AS akibat kekhawatiran tentang inflasi yang tidak terkendali menjadi faktor utama pelemahan.

Sedangkan Bursa Eropa ditutup bervariasi, kemarin (22/3). Indeks Eurostoxx (-0.02%), CAC40 (-0.49%) sementara FTSE (+0.26%) dan DAX (+0.25%) naik setelah indeks berjangka AS berbalik kezona positif karena adanya penurunan imbal hasil obligasi setelah alami penguatan diakhir pekan lalu. Saham-saham disektor teknologi mengimbangi penurunan infrastruktur di Eropa. Selanjutnya investor akan menanti hasil pertemuan ECB dan BOE serta menunggu pembicaraan Power dan Janet Yellen pada komite layanan keuangan DPR AS tentang kebijakan pandemic The Fed.

Sementara itu, diperdagangan Selasa (23/3) pagi ini, Indeks Nikkei (+0.74%) dan TOPIX (+0.45%) naik seiring penguatan di bursa Wall Street akibat imbal hasil obligasi yang turun, menurunkan kekhawatiran tentang kenaikan inflasi.

Di tempat lain, pasar Turki anjlok setelah gubernur bank sentral digulingkan. Dari komoditas, harga batu bara naik signifikan lebih dari 4%, sementara harga CPO rebound karena adanya peningkatan ekspor Malaysia. Ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk periode 1-20 Maret naik 6,8% menjadi 745.260 ton.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat ditengah penurunan yield obligasi AS. Selanjutnya investor menanti rilis testimoni dari dewan gubernur The Fed,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (23/3/2021).