Serangan Siber Tembus 495,3 Juta, Peringatan Bagi Pelaku Bisnis

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pelaku bisnis diminta untuk meningkatkan keamanan dunia maya dalam beraktivitas.

Pasalnya, Data Pusat Operasi Keamanan Siber mendeteksi sebanyak 495.337.202 serangan siber terjadi di Indonesia atau meningkat hinga dua kali lipat dibanding tahun 2019.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian mengungkapkan, peningkatan aktivitas digital di saat pandemi Covid-19 juga berbanding lurus dengan meningkatnya serangan siber yang juga meningkat signifikan, menyerang hampir seluruh wilayah dunia, termasuk Indonesia.

“Ancaman dan Risiko serangan siber naik seiring dengan semakin banyaknya pengguna internet dan aktivitas digital masyarakat. Pada beberapa kasus yang terjadi pada masa pandemi ini, threat actor juga terus meningkatkan serangan, termasuk memanfaatkan isu Covid-19. Indonesia pun terdampak oleh kasus keamanan siber global ini. Serangan siber bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja,” ujar Hinsa dalam Webinar bertajuk Keamanan TI: Kunci strategis layanan publik dan kesuksesan bisnis di era Kenormalan Baru”, Selasa (17/3).

Ditambahkan, meningkatnya kerentanan dan meningkatnya ancaman kejahatan siber ini, di sisi lain harus diimbangi dengan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya menjaga dan meningkatkan  ketahanan dari adanya ancaman kejahatan dunia maya ini.

CEO & Pemimpin Redaksi Majalah ItWorks, M. Lutfi Handayani mengatakan, keamanan siber telah menjadi isu prioritas seluruh negara di dunia semenjak teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, hukum, organisasi, kesehatan, pendidikan, budaya, pemerintahan, keamanan, pertahanan, dan lain sebagainya.

“Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh negara di dunia, makin mempercepat dan meningkatkan digitalisasi di segala aspek kehidupan,” ujar M Lutfi.

Sementara itu, Edwin Liem, Country Director Fortinet Indonesia  menyatakan, berdasarkan data, selama pandemic covid-19 terjadi peningkatan  yang cukup signifikan serangan siber secara gobal, termasuk di Indonesia dengan berbagai modus serangan.

Di antaranya, berupa ransomware, vulnerability pada system/infrastruktur, malware yang memungkinkan terjadinya akses tanpa izin dengan mengeksploitasi kerentanan sistem, dan modus kejahatan lainnya.

“Sebagian besar celah serangan malware dilakukan melalui email. Karena itu, pengguna harus hati-hati. Jangan langsung klik, tetapi harus dicek dan diteliti dulu. Apalagi saat berada di luar atau menggunakan  jaringan public wifi, di mana di era pandemi ini orang sudah banyak melakukan aktivitas kerja dari manapun atau works from anywhere atau teleworker,” ujarnya.

Misalnya, Solusi SD-WAN mampu menghadirkan kinerja aplikasi berkecepatan tinggi, termasuk dengan cabang (branch office) untuk meningkatkan kemampuan organisasi, agar terhubung, menjalankan bisnis, dan merespons kebutuhan pelanggan dengan perlindungan sistem keamanan yang andal.

Selain itu juga, ada solusi yang dapat melindungi bisnis di tengah-tengah Work From Home itu adalah Fortinet Teleworker Solution, yang meliputi produk FortiGate, FortiAuthenticator, FortiAccessPoint, Endpoint Management Services, FortiClient dan FortiToken.

“Sesuai dengan tren dan tuntutan penguatan infrastruktur teknologi informasi yang kian kompleks, seperti penggunaan Internet of Tings (IoT), dan teknologi pendukung lainnya, diperlukan adanya penguatan OT untuk critical infrastructure (infrastruktur kritikal) dengan sistem keamanan tinggi yang bisa diandalkan,” ungkap Edwin Lim.

Di kesempatan yang sama, Manager  IT PT Jasa Raharja (Persero), Tri Haryanto menyampaikan, PT Jasa Raharja yang juga telah menggunakan solusi keamanan untuk mendukug operasional kantor pusat, cabang, dan juga mendukung kinerja karyawan yang melakukan WFH di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Di tengah pandemi kami telah menerapkan sisitem kerja yang flexible, works from anywhere dengan perangkat mobile dengan sistem jaringan IT terintegrasi. Termasuk hubungan dengan kantor cabang, karyawan, dan juga pelanggan. Tentu ini sangat membutuhkan jaringan yang bisa diandalkan dan secure. Bisa dibayangkan jika sistem jaringan diretas, operasional kami pun akan terhambat. Karena itu, kami telah menggunakan solusi dari Fortinet dan sejauh ini bisa mendukung kelancaran operasional kami, baik di pusat maupun hubungan dengan seluruh kantor cabang,” ujarnya.