Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (12/3/2021) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif seiring berlanjutnya proses rotasi saham oleh para investor.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 293,05 poin, atau sekitar 0,90 persen, menjadi 32.778,64. Indeks S&P 500 meningkat 4 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 3.943,34. Indeks komposit Nasdaq turun 78,81 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 13.319,86.

Para investor melepas saham teknologi dan melakukan pembelian saham sektor-sektor yang sebelumnya terpuruk akibat berlangsungnya pandemi virus Corona (COVID-19).

Optimisme pemulihan ekonomi mencuat usai pemerintah AS meluncurkan paket stimulus senilai US$1,9 triliun.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2021 turun 0,2 persen menjadi US$1.719,80 per ons. Indeks dolar AS naik 0,25 persen menjadi 91,668.

Bursa saham Eropa melemah pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,3 persen, dipicu meningkatnya imbal hasil obligasi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 24,51 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 6.761,47. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 67 poin, atau sekitar 0,46 persen, menjadi 14.502,39.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 51,50 poin, atau sekitar 0,60 persen, menjadi 8.644,50. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menguat 12,79 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 6.046,55.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,5 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3925 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,1 persen menjadi 1,1678 euro per pound.