Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (26/2/2021) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori positif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 469,64 poin, atau sekitar 1,5 persen, menjadi 30.932,37. Indeks S&P 500 melemah 18,19 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 3.811,15. Indeks komposit Nasdaq naik 72,91 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 13.192,34.

Indeks komposit Nasdaq rebound setelah saham sektor teknologi mengalami rebound. Saham Apple, Amazon, Microsoft, dan Alphabet masing-masing meningkat antara 0,2 persen sampai 1,4 persen.

Dalam sebulan terakhir, indeks komposit Nasdaq meningkat 1 persen. Indeks S&P 500 dan Dow Jones masing-masing melambung 2,6 persen dan 4 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2021 merosot 2,6 persen menjadi US$1.728,80 per ons. Indeks dolar AS meningkat 0,58 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,6 persen, dipicu anjloknya saham teknologi dan komoditas. Dalam sepekan terakhir, indeks STOXX 600 Eropa tergelincir 2,4 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, terjun 168,53 poin, atau sekitar 2,53 persen, menjadi 6.483,43. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 93,04 poin, atau sekitar 0,67 persen, menjadi 13.786,29.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 92,80 poin, atau sekitar 1,12 persen, menjadi 8.225. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, anjlok 80,67 poin, atau sekitar 1,39 persen, menjadi 5.703,22.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,4 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3957 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,1 persen menjadi 1,1493 euro per pound.