Saham Teknologi Merosot, Wall Street Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Kamis (25/2/2021) seiring merosotnya saham sektor teknologi akibat tekanan peningkatan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, merosot 559,85 poin, atau sekitar 1,75 persen, menjadi 31.402,01. Indeks S&P 500 anjlok 96,09 poin, atau sekitar 2,45 persen, menjadi 3.829,34. Indeks komposit Nasdaq terjun 478,54 poin, atau sekitar 3,52 persen, menjadi 13.119,43.

Indeks sektor teknologi S&P 500 terjun 3,5 persen, sedangkan indeks sektor layanan komunikasi tergelincir 2,6 persen. Saham Apple, Amazon, Microsoft, Alphabet, Facebook, dan Netflix masing-masing turun antara 1,2 persen sampai 3,6 persen.

Saham perusahaan farmasi Moderna melambung 2,5 persen setelah memperkirakan penjualan vaksin virus Corona (COVID-19) sebesar US$18,4 miliar pada tahun ini.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Harga emas untuk pengiriman April 2021 turun 1,3 persen menjadi US$1.775,40 per ons.

Penurunan harga emas berjangka terbatasi melemahnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,264 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,4 persen, dipicu peningkatan imbal hasil obligasi AS.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 7,01 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 6.651,96. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 96,67 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 13.879,33.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 48,20 poin, atau sekitar 0,58 persen, menjadi 8.317,80. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 14,09 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 5.783,89.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,4163 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,1 persen menjadi 1,1598 euro per pound.