Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Selasa (23/2/2021) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 15,66 poin menjadi 31.537,35. Indeks S&P 500 meningkat 4,87 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 3.881,37. Indeks komposit Nasdaq melemah 67,85 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 13.465,20.

Sentimen pasar membaik mendekati akhir sesi perdagangan Selasa setelah pimpinan Federal Reserve AS Jerome Powell menekankan bahwa bank sentral AS akan tetap menjaga kebijakan moneter yang mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi virus Corona (COVID-19).

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, tujuh di antaranya berakhir di teritori positif. Indeks sektor teknologi memimpin penguatan yang berlangsung.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2021 turun 0,1 persen menjadi US$1.807 per ons. Indeks dolar AS naik 0,12 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,4 persen, dipicu penurunan saham sektor teknologi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 13,70 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 6.625,94. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melorot 85,23 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 13.864,81.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 139,90 poin, atau sekitar 1,72 persen, menjadi 8.252,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 12,40 poin, atau sekitar 0,21 persen, menjadi 5.779,84.

Nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,4117 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,3 persen menjadi 1,1605 euro per pound.