Bayar Utang, EMTK Siap Suntik SAME Rp1,1 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (IDX: EMTK) akan bertindak selaku pembeli siaga Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (IDX: SAME).

Melansir prospektus SAME pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/2/2021) bahwa perseroan akan melepas sebanyak 5.999.710.00 lembar saham baru atau 50,42 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Selanjutnya, perseroan menetapkan harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp200 per lembar. Sehingga perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp1,199 triliun.

Sedangkan, EMTK telah menyatakan akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya sebanyak 4.312.672.900 lembar. Ditambah dengan sisa HMETD yang tidak diserap oleh pemiliknya, akan diserap oleh EMTK selaku pembeli siaga.

Adapun pemegang 10 ribu lembar saham SAME pada pukul 16.00 WIB tanggal 3 Maret 2021 berhak atas 10.169 HMETD. Dimana, satu HMETD dapat ditukarkan dengan satu saham perseroan dengan pelaksanaan mulai tanggal 5 Maret hingga 15 Maret 2021.

Rencananya, 68 persen dana hasil right issue akan digunakan untuk pelunasan pokok dan bunga pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI) senilai Rp816,87 miliar.

Berikutnya, 23 persen dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) I itu akan disalurkan ke anak usaha, PT Kurnia Sejahtera umum.

Oleh pengelola Rumah Sakit Omni Pekayon itu, dana dari induk usaha akan digunakan untuk pelunasan utang kepada BBNI senilai Rp271,76 miliar.

Selebihnya, akan digunakan oleh SAME dan atau anak usaha  sebagai modal kerja, namun tidak terbatas untuk pembayaran utang usaha, pembiayaan kegiatan operasional rumah sakit, dan lain-lain.

Penggunaan modal kerja Entitas Anak akan diberikan oleh Perseroan melalui pinjaman pemegang saham sementara yang dapat dilunasi sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo atau penyertaan modal ke Entitas Anak.

Dengan demikian, usai right issue, EMTK akan memegang sebanyak 86,06 persen jika pemegang saham lain tidak melaksanakan HMETD.

Sementara saat ini, EMTK menguasai 71,88 persen kepemilikan saham pada emiten rumah sakit itu.