Artalindo Akan Kuasai 51,29 Persen YELO Usai Inbreng Saham Senilai Rp97,5 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Artalindo Semesta Nusantara (Artalindo) akan menguasai 51,29 persen kepemilikan saham pada PT Yeloo Integra Datanet Tbk (IDX: YELO).

Sehingga Artalindo akan menjadi Pemegang Saham Pengendali (PSP) baru emiten teknologi informasi itu.

Melansir keterbukaan informasi YELO pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/2/2021) bahwa Artalindo akan melaksanakan kewajibannya selaku pengendali baru, termasuk melakukan penawaran wajib atau tender offer sebagaimana diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/POJK.04/2018 tentang pengambil-alihan perusahaan terbuka.

Rencana tersebut tertuang dalam perjanjian tanggal 10 dan 17 Februari 2021 antara YELO, Artalindo, dan Roby Tan.

Rincian perjanjiannya, YELO akan melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right isue.

YELO akan melepas sebanyak 1.991.438.928 lembar saham bernominal Rp50 per lembar, atau setara 262 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh.

Namun, PT Agung Inovasi Teknologi selaku pemegang 42,06 persen saham YELO dan PT Prima Jaringan Distribusi yang memegang 17,33 persen saham perseroan telah menyatkan tidak menyerap HMETD-nya.

Selanjutnya, jatah HMETD kedua Pemegang Saham Pengendali YELO itu akan diserap oleh Artalindo dalam bentuk inbreng atau tukar guling dengan 69,95 persen kepemilikan saham pada PT Abadi Harapan Unggul.

Senada dengan itu, Roby Tan selaku pemegang 28,14 persen saham AHU akan bertindak sebagai pembeli siaga sisa right issue perseroan.

Dia pun akan menukar kepemilikannya pada Abadi Harapan Unggul. Sehingga, YELO akan memegang 97,99 persen kepemilikan saham pada Abadi Harapan Unggul.

Adapun nilai 97,99 persen saham Abadi Harapan Unggul sesuai dengan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik yang ditunjuk senilai Rp97,5 miliar.

Adapun perusahaan yang akan dicaplok YELO itu, bergerak dibidang periklanan, perdagangan besar dan eceran, informasi dan komunikasi seperti portal tujuan komersial serta pengembangan aplikasi.

Dengan pengambilalihan perusahaan tersebut, YELO berharap dapat merambah bisnis penjualan lokal data untuk ketersambungan, yang selanjutnya mengarah sebagai agregator data lokal.

Untuk itu, YELO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 30 Maret 2021, guna mendapat restu aksi korporasi tersebut.

Selain itu, RUPSLB juga akan meminta persetujuan bidang usaha baru serta persetujuan pemecahan harga nominal saham dari Rp100 menjadi Rp50 perlembar.