Menteri Teten Dorong Komunitas Ekonomi Kreatif Berkonsolidasi Dengan Koperasi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengungkapkan, komunitas ekonomi kreatif (ekraf) berpotensi besar dalam memajukan perekonomian nasional.

Untuk meningkatkan produktivitas, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendorong komunitas ekraf berkonsolidasi ke dalam format koperasi.

“Pelaku-pelaku ekraf menjadi sangat relevan dan berpotensi muncul sebagai lokomotif pemulihan ekonomi nasional karena merupakan sektor yang sangat bermodalkan pada kekayaan intelektual serta penciptaan nilai tambah," ujar Teten dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (14/2).

Dia menerangkan, koperasi kreatif menjadi salah satu konsep yang semakin relevan dengan milenial karena sangat inklusif. Namun, di saat yang sama, memungkinkan menciptakan peluang usaha dari hobi, passion, hingga kesenangan yang sama. 

"Contoh koperasi kreatif yang sedang kita dorong tercipta saat ini adalah koperasi kreatif film, motor kustom, hingga koperasi berkenaan aspek desain," kata Teten.

Dalam hal akses permodalan, Teten mengajak semua pihak untuk memanfaatkan program-program yang fokus pada pengembangan koperasi dan UMKM.

Salah satunya melalui Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) - koperasi usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) yang saat ini menyalurkan 100% dana bergulir melalui koperasi.

Melalui forum webinar tersebut, Teten berharap dapat tercipta ide-ide brilian serta kolaborasi strategis dalam pengembangan ekraf Indonesia serta pemulihan ekonomi nasional.

Terlebih lagi, bagi Teten, Bandung sebagai bagian dari jejaring kota kreatif dunia telah ditetapkan UNESCO sebagai City of Design.

“Title ini merupakan bukti nyata bagaimana kolaborasi multi stakeholder di Bandung menjadi contoh dan referensi bagi pengembangan UKM masa depan yang berbasis ekonomi kreatif (ekraf) dan teknologi," ujar Teten.

Teten meyakini, forum ini dapat menciptakan banyak ide serta menghadirkan kolaborasi bermanfaat bagi para pelaku UMKM khususnya ekraf di tanah air untuk meningkatkan daya saing produknya.

Dia menambahkan, KemenkopUKM mendorong empar pilar transformasi koperasi dan UMKM, yaitu informal ke formal, akses rantai pasok, koperasi modern, dan pencetakan wirausaha muda produktif.

Keempat pilar tersebut diwadahi dalam Struktur Organisasi dan Tata Kelola KemenkopUKM yang baru serta diterjemahkan melalui program-program dari hulu hingga hilir.

“Seperti akses pemodalan, korporatisasi petani, pelatihan dan pembinaan, hingga akses pemasaran dan transformasi digital," ujar Teten.

Selain itu, Menkop UKM juga menegaskan pemerintah berupaya memastikan roda ekonomi dan aktivitas usaha dapat tetap bergulir di tengah dampak pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.  

"Adaptasi dan transformasi menjadi kunci keberhasilan koperasi dan UMKM dalam bertahan dan bangkit dari pandemi," kata Teten.