Beban Naik, EXCL Alami Penurunan Laba 47 Persen Tahun 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT XL Axiata Tbk (IDX: EXCL) mencatatkan laba bersih sebesar Rp371,59 miliar pada akhir tahun 2020, atau turun 47,89 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp712,57 miliar.

Sehingga, laba per saham dasar turun menjadi Rp35 dibanding akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp67.

Data itu berdasarkan laporan keuangan telah audit emiten telekomunikasi itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/2/2021).

Padahal, pendapatan sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp26,009 triliun atau tumbuh 3,48 persen dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp25,132 triliun. Tapi, beban perseroan tercatat sebesar Rp23,377 triliun, atau tumbuh 6,94 persen dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp21,858 triliun.

Ditambah adanya peningkatan biaya keuangan sebesar 18,95 persen menjadi sebesar Rp2,667 triliun, sedangkan akhir tahun 2020 tercatat sebesar Rp2,242 triliun. Akibatnya, laba sebelum pajak turun 87,23 persen menjadi Rp146,21 miliar.

Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp19,137 triliun, atau tumbuh tipis 0,5 persen dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp19.121 triliun.

Adapun total kewajiban tercatat sebesar Rp48,6 triliun, atau naik 11,46 persen dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp43,6 triliun.

Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar Rp67,74 triliun, atau tumbuh 8 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar Rp62,72 triliun.

Patut diperhatikan, arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp13,94 triliun, atau tumbuh 12,8 persen dibanding akhir tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp12,35 triliun.