CKPN Melonjak 258 Persen, NISP Catat Penurunan Laba 28 Persen Pada Tahun 2020

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bank OCBC NISP Tbk (IDX: NISP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,101 triliun pada akhir tahun 2020, atau turun 28,51 persen dibanding pencapaian laba bersih hingga akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp2,939 triliun.

Sehingga, laba per saham dasar naik menjadi Rp91,59 dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp128,1.

Data itu berdasarkan laporan keuangan telah audit emiten bank itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/2/2021).

Padahal, pendapatan bunga dan syariah bersih sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp6,826 triliun atau tumbuh 6,026 persen dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp6,438 triliun.

Ditambah pendapatan opersional sebesar Rp2,249 triliun atau naik 17,62 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp1,912 triliun.

Hanya saja, perseroan mencatatkan lonjakan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 258,69 persen menjadi Rp2,371 triliun dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp661,13 miliar.

Ditambah beban operasional sebesar Rp3,839 triliun atau tumbuh 1,88 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp3,768 triliun.

Sehingga laba operasional turun 28,47 persen menjadi Rp2,78 triliun dibanding akhir tahun 2019.

Sementara itu, total nilai kredit tercatat sebesar Rp114,15 triliun, atau turun 3,26 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp118,015 triliun.

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp158,9 triliun, atau naik 25,39 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp126 triliun.

Pada sisi aset tercatat sebesar Rp206,29 triliun, atau tumbuh 14,11 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar Rp180,7 triliun.