ANALIS MARKET (01/02/2021) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (29/1/2021), IHSG ditutup melemah 117,04 poin (-1,96%) ke 5.862,35.

IHSG melemah 7 hari berturut-turut seiring masih dominannya sentimen negatif baik secara eksternal maupun internal.

Dari ekternal, ekonomi AS Q4-2020 secara QoQ tumbuh 4%, lebih rendah dari ekspektasi ekonom yang sebesar 4,3%.

Sedangkan dari internal, perkembangan kasus baru covid -19 Indonesia terus menunjukkan peningkatan, sehingga kekhawatiran pemulihan ekonomi menjadi terganggu.

Sementara itu, Wall Street diperdagangan akhir pekan lalu (29/1), ditutup melemah setelah pelaku pasar mengukur konsekuensi dari hasil uji coba vaksin Covid-19 milik Johnson & Johnson.

Pelemahan saham Johnson & Johnson terjadi setelah pembuat obat itu mengatakan efektivitas vaksin dosis tunggalnya sebesar 72% dalam mencegah Covid-19 di AS.

Di sisi lain, terjadi perseteruan antara hedge fund dan investor ritel yang menambah volatilitas Wall Street.

DJIA (-2,03%), S&P 500 (- 1,93%), dan Nasdaq (-2%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan. Pelaku pasar hari ini akan mencermati rilis data Inflasi Indonesia (Jan),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (01/02/2021).