Didi Alami Kerugian Operasional US$6,3 Miliar

foto: istimewa

Perusahaan penyedia layanan transportasi online Didi Global mengalami kerugian setelah pemerintah Tiongkok memerintahkan toko-toko online untuk tidak menyediakan aplikasi Didi.

Seperti dilansir BBC News, Kamis (30/12/2021), Didi mengalami kerugian sebesar US$6,3 miliar, atau sekitar Rp89,8 triliun, pada periode sembilan bulan pertama 2021. Pada kuartal ketiga tahun ini, pendapatan Didi di Tiongkok turun 5 persen.

Langkah pemerintah Tiongkok membatasi aktivitas Didi juga membuat saham Didi yang tercatat di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 65 persen sejak melakukan debut pada Juni.

Awal bulan ini, pihak Didi telah mengutarakan keinginan untuk memindahkan listing saham ke Bursa Efek Hong Kong.

Daniel Zhang, CEO Alibaba, pada Kamis mengumumkan pengunduran dirinya dari keanggotaan dewan direksi Didi yang diemban sejak 2018.