Bulog Pastikan Stok Beras Aman Hingga Awal Tahun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Perum Bulog menyebutkan, musim panen padi pertama pada 2022 diproyeksi mundur.

Mundurnya musim panen tersebut disebabkan pengaruh El Nino.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso mengatakan, diperlukan antisipasi dalam menjaga pasokan agar kebutuhan beras nasional tetap aman demi mencegah lonjakan harga pada awal tahun.

"Prediksi kita Januari belum ada panen, tapi stok yang ada di Bulog masih memadai, jadi tidak usah khawatir, Bulog masih punya stok yang memadai," ujarnya, Selasa (28/12) lalu.

Budi menambahkan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), prakiraan produksi beras nasional pada triwulan I tahun 2022 adalah sebesar 11,61 juta ton.

Sementara rata-rata konsumsi selama tiga bulan adalah sekitar 7,8 juta ton atau 2,6 juta ton beras per bulan.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, bahwa total stok beras di gudang Bulog hingga akhir tahun ini mencapai 1 juta ton.

Karena itu, Budi mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan masa panen padi yang diperkirakan mundur.

"Kalau dikalikan tiga masih surplus. Masyarakat tidak usah khawatir ketersediaan bahan pangan dasar yaitu beras," tuturnya.

Lebih lanjut Budi menyebutkan, total pengadaan beras Bulog dari dalam negeri mencapai 1,2 juta ton sepanjang 2021.

Serapan yang tinggi itu mengamankan situasi perberasan domestik yang ditunjukkan dengan tidak adanya impor dalam tiga tahun terakhir.

"Penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi Covid-19 dan juga mempertahankan prestasi pemerintah untuk tidak impor beras selama tiga tahun terakhir,” katanya.