Deretan Emiten Unggul Lakukan Tranformasi Digital

Foto : Dok. ITWork

Pasardana.id -  PT Bank Centrak Asia Tbk (IDX: BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (IDX: TLKM), PT Wijaya Karya Tbk (IDX: WIKA), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (IDX: BBNI) meraih penghargaan tertinggi - level bintang lima (#Star5) dalam ajang “Top Digital Awards 2021”.

Ketua Dewan Juri Top Digital Award 2021, Kalamullah Ramli menjelaskan, untuk menentukan pemenang masuk di level Star / level Bintang tersebut.

Pertama, apakah tata kelola TI (Kebijakan, Organisasi, Penerapan sistem dan prosedur) sudah baik dan telah dijalankan secara konsisten, dengan perbaikan yang berkesinambungan.  

Kedua, apakah implementasi teknologi digitalnya sudah berhasil dan penggunaannya terpadu di semua divisi/ unit kerja serta berdampak terhadap kinerja, daya saing, dan layanan pelanggan/ masyarakat.

Ketiga, apakah Infrastruktur pendukung teknologi digital tersedia sesuai dengan kebutuhan saat ini dan dapat dikembangkan terus untuk kebutuhan di masa mendatang.

“Pemenang penghargaan level bintang 5, bukan berarti instansi pemerintahan atau perusahaan tersebut berada dilevel yang sempurna. Namun, selain kriteria-kriteria penilaian tersebut dipenuhi dengan baik, Dewan Juri menambahkan kriteria khusus yakni ada hal yang terkait implementasi/ pemanfaatan teknologi digital, atau ada solusi bisnis yang menonjol, atau yang layak untuk dicontoh atau direkomendasikan kepada instansi/ perusahaan lainnya,” ujar Kalamullah Ramli kepada media, Selasa (21/12/2021)

Ditambahkan, ada beberapa fakta yang menarik, mengutip riset dari McKinsey: 70 persen transformasi digital gagal, meskipun sebagian besar organisasi dan eksekutif mengetahui betapa pentingnya untuk berkembang dengan teknologi dan menciptakan proses dan solusi digital. Namun mewujudkannya adalah cerita yang berbeda.

“Transformasi Digital adalah upaya yang rumit dan berisiko. Ketika dilakukan dengan benar, itu dapat mengarah pada hasil yang luar biasa, terbukti memberikan hasil di masa depan. Tetapi ketika dilakukan secara tidak benar, itu bisa sangat mahal dan hasilnya memalukan bagi organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, agar transformasi digital yang sukses tetap bisa diwujudkan, maka perlu fokus pada  kualitas digitalisasi, bukan sekedar kuantitas; Integrasikan upaya transformasi digital dengan seluruh aktivitas organisasi, serta  tetap memperhatikan kondisi eksternal, seperti ekonomi, pasar, kompetisi, dan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat atau konsumen.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN ) Irjen Pol. Sutanto menyatakan, meningkatnya transformasi digital, termasuk yang karena dipicu situasi pandemi covid-19, telah membawa berbagai dampak positif untuk berbagai aspek kehidupan.

Melalui transformasi digital, perusahaan mendapatkan cara pandang baru dalam mengelola perusahaan, mengoptimalkan operasional perusahaan, dan mengubah model bisnis lebih efisien. Begitu pula di jajaran instansi dan Lembaga Pemerintah, transformasi digital bisa meningkatkan kinerja layanan.

Namun lanjutnya, pesatnya transformasi digital juga bak pedang bermata dua, selain memberikan  manfaat dan potensi yang luar biasa, di sisi lain juga meningkatnya tantangan peningkatan serangan siber.

Hal ini tentunya harus diwaspadai, sehingga diperlukan mitigasi oleh berbagai kalangan.

“Ancaman kejahatan siber ini harus diwaspadai. Berdasarkan hasil monitoring BSSN, tercatat telah terdapat 1,4 miliar anomali trafik atau serangan siber pada 1 Januari-19 Desember 2021, dengan kategori anomali terbanyak yaitu malware 61 persen, trojan activity, dan information leak (kebocoran informasi). Anomali meningkatnya ancaman kejahatan siber ini sejalan dengan meningkatnya pengguna internet yang saat ini di Indonesia menempati peringkat 3 (ketiga) Asia dengan 202 juta pengguna,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, lanjutnya, di setiap Lembaga atau institusi, perlu divisi atau badan khusus yang bertanggung jawab untuk menangani saat terjadi serangan siber maupun kebocoran data.

Dalam rangka mendukung transformasi digital Indonesia dan keamanan E-Government, BSSN juga menyediakan layanan terkait peningkatan sistem keamanan infomasi melalui CSIRT atau Computer Security Incident Response Team.  

Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia juga siap memberikan  kegiatan Asistensi Pembentukan CSIRT bagi Organisasi dan Lingkungan Pemerintah, baik pusat maupun daerah.