Kemnaker Dorong Reformasi Regulasi Demi Perkuat Investasi di Indonesia

Foto : istimewa

Pasardana.id - Sebagai upaya untuk memperkuat investasi di Indonesia, pemerintah telah melakukan reformasi regulasi, salah satunya lewat regulasi di bidang ketenagakerjaan.

Reformasi regulasi ini diharapkan dapat mendorong pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Lewat keterangan tertulisnya pada hari Minggu, (19/12), Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi mengatakan, reformasi regulasi ketenagakerjaan menyasar 3 kelompok masyarakat.

Yakni, masyarakat yang sudah bekerja, angkatan kerja yang belum bekerja, dan pekerja yang sudah diberhentikan atau ter-PHK.

"Sehingga arah kebijakan reformasi regulasi ini tak hanya menyasar yang sudah bekerja. Namun regulasi yang kita buat juga mengakomodir masyarakat yang belum bekerja atau mereka yang mengalami pemutusan kerja," sebut Anwar.

Terkait pembangunan reformasi regulasi bidang ketenagakerjaan, Anwar menjelaskan, Pemerintah Indonesia menekankan pada 6 poin kunci, yakni; tenaga kerja asing (TKA), outsourcing (alih daya), perjanjian kerja waktu tertentu, jam kerja, upah minimum dan pesangon, serta jaminan kehilangan pekerjaan.

Untuk mempermudah implementasi reformasi regulasi tersebut, pihaknya juga telah menyiapkan sistem informasi dan layanan ketenagakerjaan bernama SIAP Kerja.

Anwar menyebut, sistem ini merupakan pengembangan dari aplikasi SISNAKER (Sistem Informasi Ketenagakerjaan).

"SIAP Kerja merupakan ekosistem digital yang menjadi wadah bagi segala jenis pelayanan dan kegiatan publik di bidang ketenagakerjaan," jelasnya.

Anwar menambahkan, SIAP Kerja dikembangkan untuk beberapa tujuan seperti teknologi digital di bidang ketenagakerjaan; inovasi pelayanan publik di era digital untuk memudahkan pemangku kepentingan; layanan yang saling terintegrasi dan real time dalam satu data; serta menerapkan single sign on (SSO) satu kali login untuk mengakses semua layanan.

Dia berharap, hadirnya SIAP Kerja dapat memperkuat investasi sekaligus memperluas lapangan kerja di Indonesia.

"Kami berharap berbagai kemudahan ini mendorong investasi di Indonesia yang dapat menciptakan lapangan kerja Indonesia. Sehingga dapat membawa lebih banyak manfaat dan kesejahteraan bagi penduduk Indonesia dan juga di luar penduduk Indonesia," pungkasnya.