Garuda Indonesia Berstatus PPKU, Dirut : Operasional Penerbangan Tetap Berjalan

Foto : istimewa

Pasardana.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (IDX: GIAA) merespon positif putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengabulkan gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara dari PT Mitra Buana Koorporindo.

Adapun putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar pada hari Kamis (9/12).

Sebagai informasi, gugatan PKPU terhadap Garuda Indonesia diajukan oleh Mitra Buana Koorporindo ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (22/10) lalu.

Gugatan ini didaftarkan melalui nomor perkara 425/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Jkt.Pst.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam konferensi pers, Kamis (09/12) mengatakan, pasca putusan PKPU ini, pihaknya akan berupaya untuk meyakinkan kreditur bahwa Garuda sedang berupaya keras untuk menyelesaikan masalah keuangan yang sedang membelit maskapai BUMN tersebut.

Pihaknya juga akan menyampaikan proposal damai yang rasional supaya bisa diterima kreditur.

"Kami tentu saja berharap, setelah PKPU ini tercapai, Garuda berada dalam kondisi lebih baik dan sehat, kami ingin meyakinkan kreditur bahwa proses restrukturisasi ini akan membuat perusahaan kembali mampu menghasilkan keuntungan," katanya.

Selama proses PKPU berjalan, Irfan pun memastikan, bahwa seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal.

Dia menegaskan, bahwa putusan itu tidak akan berdampak ke operasional Garuda.

"Tidak ada operasi yang berubah. Kami pastikan operasional tetap berjalan seperti saat ini dilakukan, terlepas keputusan PKPU," tegasnya.

Lebih lanjut Irfan memastikan, layanan penerbangan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan tetap berjalan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Tidak hanya itu, Irfan juga memastikan Garuda Travel Fair (GTF) 2021 juga tetap berjalan seperti rencana.