Meski Jumlah Berkurang, BPR dan BPRS Catat Pertumbuhan Kinerja

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) secara umum masih terjaga meski pertumbuhan bisnis sempat melandai.

Rasio capital adequacy ratio (CAR) menunjukkan ketahanan yang baik dan mampu menopang risiko kredit yang menunjukkan tren peningkatan.

Mengutip data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2021 kinerja BPR dan BPRS tumbuh positif.

Total aset tumbuh sebesar 8,9%, DPK 11,27%, dan kredit/pembiayaan tumbuh sebesar 4,33%.

Selain itu, kebijakan penguatan industri BPR dan BPRS melalui konsolidasi yang intensif melalui mekanisme Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan (P3), telah menurunkan jumlah BPR dan BPRS untuk meningkatkan skala usaha dan penguatan kelembagaan.

"Namun jumlah BPR menurun sebanyak 156 BPR sejak 2015 hingga 2021 akibat mekanisme penggabungan dan peleburan. Selain itu dalam lima tahun terakhir sejumlah BPR telah melakukan penguatan permodalan untuk menuju kelompok usaha yang lebih tinggi," tulis OJK, dikutip Rabu (1/12/2021).

Hal ini terlihat dari penurunan jumlah BPR Kegiatan Usaha (BPRKU) 1 sebanyak 306 BPR yang diiringi peningkatan jumlah BPRKU 2 sebanyak 114 BPR dan BPRKU 3 36 BPR.

Sama seperti Bank Umum, sejumlah kecil BPR besar mendominasi pangsa pasar.