Defisit Sentuh USD2,9 Miliar, Kelangsungan Usaha BUMI Diragukan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Akuntan publik memberi penekanan adanya ketidakpastian kelangsungan usaha PT Bumi Resources Tbk (IDX: BUMI).

Pendapat itu merupakan hasil penelaahan terbatas laporan keuangan kuartal III 2021 BUMI yang mencatatkan total kewajiban jangka pendek melebihi total aset lancar dan defisit senilai USD2,991 miliar.

Pendapat itu juga diperkuat dengan temuan arus kas negatif dari aktivitas operasi yang mencapai USD94,313 juta, atau membengkak 347,61 persen dibandingkan akhir September 2021 yang tercatat sebesar USD21,691 juta.

“Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidakpastian meterial atas kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya,“ tulis Akuntan Publik Tan Jimmy dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dalam laporan penelaahan terbatas laporan keuangan kuartal III 2021 BUMI yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (01/12/2021).

Walau demikian, dalam laporan keuangan itu juga dijabarkan rencana BUMI untuk mengatasi kondisi tersebut.

Dalam catatan setebal 44 halaman, perseroan menguraikan, per tanggal 30 September 2021, total kewajiban jangka pendek melebihi aset lancar konsolidasiannya.

Selain itu, defisit sebesar USD2.991.754.715 dan mengalami negatif arus kas dari aktivitas operasinya.

Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidakpastian yang signifikan dalam kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. 

Rencana strategis lainnya yang sedang dilakukan BUMI adalah mempercepat pengembangan anak usaha PT Bumi Resoucer Mineral Tbk (IDX: BRMS), Arutmin dan anak usaha lainnya dengan memanfaatkan harga komoditas yang semakin membaik.

Menariknya, dalam laporan keuangan itu, BUMI membukukan laba bersih sebesar USD63,7 juta dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, atau membaik dibandingkan periode sama tahun 2020, yang mencatat rugi bersih sebesar USD137,25 juta.

Hal itu ditopang pendapatan kotor yang meningkat sebesar 12,6 persen menjadi USD666,18 juta. Ditambah dengan laba dari entitas asosiasi senilai USD179,91 juta atau melonjak 336 persen secara tahunan.

Selain itu, kinerja perseroan juga ditopang dengan penghapusan utang senilai USD24,544 juta.