ANALIS MARKET (01/12/2021) : IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG melemah cukup dalam pada perdagangan kemarin (30/11), dengan ditutup di level 6533,93 (- 1,13%). Pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin yang sangat terlihat pada saat dimulainya perdagangan sesi 2, disebabkan karena statement CEO dari Moderna mengatakan, bahwa vaksin yang beredar pada saat ini dirasa kurang efektif terhadap varian baru Omicron. Dari dalam negeri sentimen negatif juga datang dari adanya kenaikan PPKM di DKI Jakarta yang sebelumnya masih level 1 menjadi level 2. Pelemahan IHSG kemarin terseret oleh sektor industrial (-2,22%), teknologi (-1,91%), dan konsumer non siklikal (-1,33%). Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 782,68 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dijual adalah: BMRI, ASII, SMGR.

Dari bursa AS, kebijakan Chairman The Fed, Jerome Powell untuk lebih agresif melakukan tapering memperburuk situasi yang ada pada saat ini, dimana sudah adanya sentimen negatif dari varian baru virus corona. Hal ini disebabkan karena risiko inflasi yang meningkat, dan ini akan terjadi dalam jangka panjang.

Adapun diperdagangan Rabu (01/12) pagi ini, bursa regional Asia sudah dibuka menguat, terutama dari Jepang indeks Nikkei dibuka menguat +0.16% namun saat ini sempat diperdagangkan di zona merah, dan dari Korea Selatan indeks Kospi dibuka menguat +0.73%. penguatan utama di bursa Asia pada pagi hari ini para investor adanya pengumuman manufacturing PMI di China yang mengalami penguatan serta menuai hasil lebih besar dari konsensus.

Dari dalam negeri, IHSG diperkirakan hari ini akan bergerak relatif melemah yang disebabkan karena hasil manufaktur PMI yang menurun, dan para investor hari ini menunggu hasil rilis data inflasi, pergerakan inflasi yang terlampau tinggi dipastikan akan berdampak kurang baik bagi pasar.

“IHSG diproyeksi akan bergerak pada level 6480 – 6620,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (01/12/2021).