ANALIS MARKET (01/12/2021) : IHSG Berpeluang Menguat Ke Resistance Di Kisaran 6.583 – 6.592

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (30/11), IHSG ditutup melemah 1,13% ke level 6.533,93.

Pelemahan indeks karena respon pasar atas pernyataan CEO Moderna, Stephane Bancel tentang vaksin menjadi kurang efektif terhadap varian Omicron.

Adapun pelaku pasar asing kembali mencatatkan net sell sebesar Rp973,79 miliar (semua pasar).

Di sisi lain, tiga indeks utama Wall Street ditutup secara signifikan lebih rendah setelah Ketua Federal Reserve, Jerome Powell mengatakan, bank sentral akan membahas percepatan pembelian obligasi pemotongan pada pertemuan Desember, sebagai kekhawatiran tentang munculnya Varian Omicron.

Sedangkan dari sektor komoditas, harga minyak jatuh pada hari Selasa (30/11) kemarin, setelah meningkatnya kekhawatiran investor tentang permintaan minyak yang bakal melemah akibat munculnya Omicron, varian baru Covid.

Sementara itu, secara teknikal analis, IHSG ditutup turun dengan candle bearish. Indikator stokastik melemah lagi, histogram MACD bergerak negatif (garis bearish) dan volume meningkat.

Jika IHSG bergerak bearish, diperkirakan akan terus turun ke support di kisaran 6.465 – 6.487. Jika IHSG bergerak bullish lagi, ada kesempatan untuk memperkuat lagi ke resistance pada kisaran 6.583 – 6.592.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pasar hari ini diperkirakan akan terus melemah setelah rilis data PMI pagi ini yang turun ke 53,9 poin di bulan November dari 57,2 poin di Oktober 2021 atau di bawah perkiraan 57,4. Kemudian pasar juga fokus pada rilis data inflasi bulan November di tengah sentimen negatif dari varian Omicron,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (01/12/2021).