ADRO Cetak Laba USD420 Juta Pada Akhir September 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Adaro Energy Tbk (IDX: ADRO) membukukan laba bersih sebesar USD420,9 juta naik dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, atau melonjak 285,32 persen dibanding periode sama tahun 2020, yang tercatat senilai USD109,37 juta.

Hasil itu ditopang pendapatan usaha sebesar USD2,569 miliar atau naik 31 persen secara tahunan, terutama karena kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 42 persen secara tahunan berkat tingginya harga batu bara.

Padahal, produksi batu bara hanya mencapai 40 juta ton atau turun 4 persen dan mencatat penjualan batu bara sebesar 38,86 juta ton atau turun 5 persen secara tahunan.

Sedangkan pengupasan lapisan penutup mencapai 173,03 Mbcm pada 9M21, atau naik 8 persen secara tahunan, dan nisbah kupas periode ini mencapai 4,36x.

Presiden Direktur ADRO, Garibaldi Thohir mengatakan, walaupun dihadapkan dengan kondisi cuaca yang kurang baik, pihaknya berhasil menyediakan pasokan yang andal bagi para pelanggan, suatu hal yang membuktikan kekuatan model bisnis yang diterapkan perusahaan.

Selain itu, kondisi pasar batu bara yang kondusif semakin meningkatkan profitabilitas pada periode laporan ini.

“Kami memutuskan untuk melakukan penyesuaian pada target profitabilitas. Karenanya, panduan EBITDA operasional direvisi menjadi USD1,75 miliar – USD1,90 miliar untuk tahun 2021,” terang dia dalam keterangan resmi, Rabu (1/12/2021).

Sementara itu, total aset perseroan yang tercatat sebesar USD7,118 miliar, atau tumbuh 10 persen secara tahunan. Rincinya, aset lancar tercatat sebesar USD2, 326 miliar, sementara aset non lancar tercatat USD4, 792 miliar. Sedangkan saldo kas tercatat sebesar USD1,511 miliar.