ANALIS MARKET (08/11/2021) : IHSG Memiliki Peluang Bergerak Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Jumat, 05/11/2021 kemarin, IHSG ditutup melemah sebesar 4 poin atau sebesar 0,07% ke level 6.581.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.ADA HARGANYA!

Pada akhirnya sebuah perjuangan yang tidak pernah berhenti dari Biden dan Pelosi untuk memajukan stimulus yang selama ini tertunda memberikan buah yang manis. Presiden Biden pada akhirnya berhasil merayakan kemenangannya setelah DPR mengesahkan stimulus infrastructure yang terbesar dalam beberapa dasawarsa terakhir. Sebuah kemenangan penting yang dimana dirinya berhasil memegang teguh janjinya yang telah diucapkan sebelumnya kepada masyarakat Amerika. Biden mengatakan bahwa dirinya telah mengambil sebuah langkah monumental dalam kemajuan sebagai sebuah bangsa. Biden memenangkan stimulus tersebut dengan nilai pemungutan suara 228 – 206, dimana akhirnya stimulus infrastructure berhasil di sahkan senilai $550 miliar untuk melakukan pembangunan jalan, jembatan, serta koneksi internet yang diperluas, meningkatkan air bersih, perluasan jaringan listrik, penanganan polusi serta berbagai prioritas lainnya. Biden mengatakan bahwa dirinya akan segera menandatanganinya, tapi tidak akan dilakukan pada akhir pekan ini. Stimulus infrastructure ini sangat berarti bagi pemulihan perekonomian Amerika, yang dimana itu artinya akan muncul jutaan pekerjaan baru yang dimana pekerjaan baru tersebut tidak membutuhkan pendidikan yang tinggi untuk mendapatkan pekerjaannya. Biden mengatakan bahwa pemerintah saat ini ingin menciptakan lebih banyak pekerjaan, yang dimana pekerjaan tersebut tidak dapat di outsource, serta stimulus ini akan mengubah system transportasi Amerika kedepannya. Biden juga mengatakan bahwa bagi masyarakat Amerika yang merasa tertinggal dalam pemulihan ekonomi dan dilupakan karena perubahan ekonomi yang begitu cepat, stimulus infrastructure ini untuk kalian semua. Karena stimulus ini merupakan blue print untuk membangun kembali Amerika. Sebelumnya dalam pemunguatan surata tersebut, Demokrat Progresif di DPR telah menunda stimulus tersebut hingga hari Jumat (05/11) kemarin. Lolosnya stimulus infrastructure tersebut merupakan sebuah langkah yang dimana membutuhkan bantuan Partai Republik untuk mengatasi sisi oposisi yang terus berlanjut dalam kalangan progresif. Lagipula perselisihan tersebut sudah terjadi selama berbulan bulan. Namun pada akhirnya agenda Biden pun tercapai hari ini, bahwa stimulus infrastructure akan segera dikeluarkan. Saat ini setelah stimulus infrastructure berhasil di loloskan, masih ada stimulus berikutnya senilai $1.75 triliun yang dimana bertujuan untuk mendorong pendidikan pra sekolah, perubahan iklim, dan tentu saja menaikkan pajak pada Perusahaan dan orang kaya lainnya. Nancy Pelosi sendiri yang berjuang untuk mewujudkan keinginan Biden. Pelocy mengatakan kemarin bahwa Biden telah menunjukkan kepemimpinan yang revolusioner dan tidak kenal Lelah. DPR sendiri akan mencoba membantu stimulus untuk membangun perekonomian yang lebih baik. Biden sendiri berjanji untuk membuat Partai Demokrat versi moderat sejalan dengan Biden untuk meloloskan stimulus social. Dengan resminya stimulus tersebut, Biden direncanakan akan memulai road show untuk mempromosikan investasi yang akan datang. Kami cukup khawatir sebetulnya dengan pemungutan suara ini, karena pada prosesnya di hari Jumat kemarin hal tersebut sudah hampir gagal, namun dapat diselesaikan oleh Pelosi dan diintervensi oleh Biden. Fokus berikutnya adalah apakah stimulus Build Back Better akan kembali dikabulkan? Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan. Meskipun demikian, Biden mengatakan bahwa RUU Build Back Better akan bertanggung jawab secara fiscal dan dibayar penuh oleh kenaikkan pajak dan langkah langkah peningkatan pendapatan lainnya. Siapapun yang memiliki penghasilan kurang dari $400.000 tidak akan merasakan kenaikkan pajak yang akan di usulkan. Biden mengatakan bahwa kemenangan stimulus infrastructure merupakan sebuah kemenangan besar bagi Amerika, dan bukti bahwa Kongres dapat bekerja sama untuk memecahkan tantangan yang mendesak. Well, stimulus infrastructure akhirnya berhasil diloloskan, tentu saja inflasi akan mengalami kenaikkan kembali. Apakah kenaikkan inflasi akan menggugah hati The Fed? Mari kita lihat nanti.

2.RESOLUSI CHINA

Pertemuan partai yang berkuasa di China akan dimulai pada pekan ini, dimana pelaku pasar dan investor akan menantikan dengan sangat pidato dari Presiden Xi Jinping. Sejauh ini hanya 2 orang dalam sejarah Partai Komunis yang mampu menulis resolusi sejarah, dan China sedang menunggu apakah Presiden Xi Jinping akan menjadi yang ke 3 dalam perihal memecahkan preseden dan mengamankan masa jabatan yang ke 3, dimana hal tersebut akan memperpanjang kekuasaannya menjadi tidak terbatas. Resolusi historis dimulai dari Mao Zedong dan Deng Xiaoping yang dimana mereka berhasil untuk mendominasi masa politiknya hingga nafas terakhir mereka. Ketika China mengeluarkan magnum opusnya, hal tersebut tidak hanya membuat Presiden Xi sama seperti pemimpin sebelumnya, namun juga akan menjadi sebuah tolok ukur yang baru dimana perubahan besar akan terjadi di China. Pertemuan tersebut akan dimulai pada 8 – 11 November yang disebut Pleno ke enam. Hal ini akan menjadi sebuah gambaran terkait dengan masa depan China, apakah Xi mampu untuk menjalankan pemerintahan seumur hidup setelah hampir 1 dekade membersihkan apa yang tidak baik dan mendorong patriotisme di China. Kita jelaskan dulu sedikit, apa yang dimaksud pleno ke 6 tadi ya. Di antara Kongres Partai, Komite Sentral Partai Komunis akan bertemu sebanyak 7x dalam pertemuan untuk membahas topik yang berbeda, yang dimana dihadiri oleh sekitar 400 pria dan wanita, termasuk para pemimpin negara, kepala militer, pemimpin provinsi, dan akademisi. Mereka berkumpul untuk berdikusi dan membahas agenda yang sangat rahasia. Pertemuan pleno sudah berjalan dalam siklus politik 5 tahun di China, dan pleno ke 6 merupakan yang terpenting daripada hal lainnya. Ini merupakan kesempatan terakhir sebelum keputusan besar dibuat. Sebagai persiapannya, Politburo partai bulan lalu telah meninjau rancangan resolusi tentang pencapaian besar dan pengalaman 100 tahun partai. Pada pertemuan puncak yang serupa pada tahun 2016 silam, partai pernah menyebutkan Xi sebagai pemimpin inti yang dimana diberikan hak veto de facto atas keputusan keputusan penting. Hal ini sebelumnya hanya diberikan oleh Deng Xiaoping dan Mao Zedong, dan Jiang Zemin. Xi diperkirkaan akan memberikan pidato seputar tentang kisah kemenangan dalam 1 abad kesuksesan, menutupi kegagalan dan akan memberikan uraian mengenai visinya. Pertemuan Politbiro bulan lalu telah mendeklarasikan China memulai kembali zaman besar China sebagai sebuah keniscayaan sejarah dibawah kepemimpinan Xi. Xi memang telah banyak mengubah kebijakan Deng namun satu hal yang pasti Xi juga akan mempertahankan monopoli kekuasaan PKC di China. Mengapa hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan? Karena Xi merupakan pemimpin dari China yang dimana memiliki 1/5 penduduk didunia. Potensi Xi memimpin seumur hidup akan memiliki dampak yang sangat besar. Apalagi Xi sudah menyampaikan untuk memiliki perekonomian kemakmuran bersama untuk membangun masyarakat yang lebih adil. Sejauh ini konsep kemakmuran bersama telah menghapus $1 triliun dari nilai saham China secara global pada bulan July lalu, dan berdampak pada bisnis dari semua lapisan masyarakat. Apabila Xi menjadi pemimpin berikutnya, maka Xi akan mencoba melakukan lebih banyak reformasi ekonomi dan akan melawan Amerika dalam perdagangan, penyelidikan akan Covid dan tentu saja masalah Taiwan. Xi akan mencoba berjuang untuk membawa Taiwan dibawah kendali China. Namun hal ini tidak akan mudah, karena Amerika juga memiliki kepentingan disana. Dan akan menjadi perang jika dilakukan dengan cara pemaksaan. Hal ini yang menurut kami akan menjadi sebuah sisi yang membuat situasi dan kondisi semakin panas terkait dengan Amerika dan China. Mungkin hubungan Amerika dan China sudah berada dititik terendahnya, yang dimana harus disatukan dengan persamaan, bukan dengan perbedaan. Namun yang menarik adalah pada akhirnya China berhasil mencatatkan rekor surplus perdagangannya pada bulan October kemarin, karena ekspor mengalami peningkatan meskipun ada gangguan terhadap rantai pasokan global. Ekspor sendiri mengalami kenaikkan 27.1% pada bulan lalu menjadi $300.2 miliar, dan hal tersebut merupakan bulan ke 13 berturut turut dimana pertumbuhan terjadi 2 digit, melampaui ekspektasi yang hanya 22.8%. Kinerja perdagangan yang menguat memberikan dukungan terhadap perekonomian China yang sebelumnya mulai melambat dalam beberapa bulan terakhir karena permintaan dalam negeri yang terus melemah akibat menurunnya real estate, kurangnya pasokan listrik yang mendorong melambatnya industry, dan konsumsi yang lemah. Impor batu bara hampir naik 2x lipat selama bulan October dari tahun sebelumnya untuk menjaga pasokan listrik tetap menyala, terutama dari produsen yang berorientasi ekspor. Perdagangan global telah berjalan pada tingkat rekor tahun ini karena perekonomian di seluruh dunia telah pulih dan mulai meningkatkan mobilitas serta aktivitas perekonomian. Masalah kekurangan pasokan tampaknya mulai teratasi dengan baik, diikuti dengan turunnya biaya pengiriman. Ekspor China ke Uni Eropa dan Amerika telah tumbuh paling cepat diantara mitra dagang utamanya tahun ini. Surplus perdagangan dengan Amerika naik menjadi 2.08 triliun yuan atau $325 miliar dalam 10 bulan terakhir hingga October dari sebelumnya yang hanya 1.75 triliun yuan. Mesin dan product listrik memberikan kontribusi hampir 60% dari nilai ekspor China pada tahun ini. Product pada karya seperti pakaian dan product plastic berkontribusi senilai 18%. Barang barang peralatan rumah tangga, penerangan, dan furniture mengalami pertumbuhan ekspor tercepat pada bulan October ini. Perdagangan China yang mulai membaik memberikan kenaikkan pada cadangan devisa yang dimana hal ini menjadi sangat penting untuk menghadapi goncangan di masa depan dalam perekonomian global. Momentum ekspor diperkirakan masih akan terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan kedepan. Permintaan product China dapat melambat jika konsumen negara terus beralih dari barang menjadi konsumsi jasa. Pemerintah dalam beberapa hari terakhir juga telah memberikan peringatan bahwa aka nada tekanan yang lebih besar ke dalam perekonomian, sehingga berjanji untuk meningkatkan langkah langkah untuk meningkatkan permintaan domestic, termasuk kebijakan yang mendukung perusahaan kecil dan menengah.

3.KECEWA

Pelaku pasar merespon negatif terkait rilis data pertumbuhan GDP kuartal III yang berada di bawah perkiraan. BPS merilis pertumbuhan GDP kuartal III yang tumbuh sebesar 1.55% QoQ lebih rendah dari kuartal II yang mencapai 3.31%. Jika mengacu pada kinerja tahunan, pertumbuhan GDP pada kuartal III tumbuh 3.51% YoY, lebih rendah dari periode sebelumnya yang mencatatkan pertumbuhan 7.07% YoY. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ditopang oleh industry pengolahan dari sisi lapangan usaha. Kinerja ekspor mengalami kenaikan yang didorong oleh kinerja dari komoditas di pasar global. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III/2021 mengalami peningkatan pada seluruh wilayah, kecuali kelompok di Pulau Bali dan Nusa Tenggara yang mengalami kontraksi pertumbuhan 0,09%. Sedangkan Maluku dan Papua menunjukkan pertumbuhan tinggi sebesar 9,15%. Penyebaran dari varian virus delta pada kuartal III memberikan tekanan pada pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin pada pertumbuhan konsumsi di kuartal III 2021 yang tumbuh 1.03% YoY. Pertumbuhan tersebut lebih lambat dari kuartal II 2021 yang sebesar 5.96% YoY. Berdasarkan data dari BPS, sejumlah komponen yaitu penjualan retail seperti komoditas makanan, minuman dan tembakau mengalami pertumbuhan 5.79% YoY. Sedangkan untuk komoditas sandang, suku cadang dan aksesoris, peralatan informasi dan telekomunikasi mengalami kontraksi masing-masing seebsar 14,27%, 9,29%, dan 32,38%. Terdapat kenaikan yang signifikan pada nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kartu kredit yang tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,42% YoY. Kami melihat hal tersebut seiring dengan pergeseran pola hidup masyarakat dan akselerasi dari penggunaan teknologi yang saat ini dinilai memberikan kemudahan.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah terbatas dan ditradingkan pada 6.510 – 6.620,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Senin (08/11/2021).