ANALIS MARKET (29/11/2021) : IHSG Diperkirakan Masih Akan Melemah Akibat Sentimen Global yang Kurang Mendukung

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, terjadi pelemahan kembali pada IHSG pada perdagangan Jumat (26/11) pekan lalu dan terjadi pergerakan menurun yang cukup dalam ke level 6.561,55 (-2,06%). Pelemahan disebabkan karena para investor mengkhawatirkan kondisi perekonomian secara global, dimana The Fed kemungkinan akan lebih cepat mengambil keputusan untuk menaikkan tingkat suku bunga Fed Fund Rate, sebagaimana terlihat pada probabilitasnya yang meningkat di tahun 2022. Dari Korsel pun, peningkatan tingkat suku bunga acuan sudah dilakukan oleh pemerintah setempat pada hari Kamis pekan lalu, dari 75 bps menjadi 100 bps. Di samping itu, para pelaku pasar juga mengkhawatirkan adanya varian covid-19 yang baru saja ditemukan di Afrika Selatan. Pelemahan IHSG disebabkan karena pelemahan sektor industrial (-3,61%), industri bahan dasar (-2,81%), serta energi (-2,60%). Investor asing pada perdagangan Jumat pekan lalu membukukan net sell sepanjang perdagangan di pasar reguler sebanyak Rp 198,63 miliar, dengan saham yang paling banyak dijual adalah BBCA, BUKA, dan BMRI.

Kemudian Wall Street pada perdagangan Jumat (26/11) pekan lalu mengalami koreksi yang cukup dalam, ketiga indeks utama AS rata melemah 2% lebih. Pelemahan disebabkan karena kekhawatiran terhadap varian virus corona yang muncul di Afsel. Karena itu, beberapa saham farmasi di AS melonjak, seperti Pfizer naik 6,11%, Moderna menguat 20,57% dan secara sektoral hanya melemah 0,45% dibandingkan sektor lain yang melemah lebih dari 1%. Di samping itu, saham-saham penerbangan dan operator kapal pesiar juga melemah dalam, indeks NYSE Arca Airline yang menaungi saham-saham penerbangan ditutup melemah 6,46%.

Sementara itu, pada perdagangan Senin (29/11) pagi hari ini, bursa kawasan Asia sudah diperdagangkan di zona merah dikarenakan kekhawatiran merabaknya varian virus corona omicron. Indeks Nikkei dibuka melemah 1,43%, dan indeks Korea Selatan dibuka melemah 1,03%. Sepanjang hari ini diperkirakan akan bergerak di zona merah mengingat adanya sentimen negatif lainnya, yaitu Korsel menaikkan tingkat suku bunga.

Dari dalam negeri, pada hari ini IHSG diperkirakan masih akan melemah mengingat sentimen global yang kurang mendukung.

“IHSG akan diperdagangkan dalam rentang 6490 – 6600,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (29/11/2021).