ANALIS MARKET (29/11/2021) : IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan Seiring Kekhawatiran Varian Baru Covid-19

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (26/11/2021), IHSG ditutup melemah 137,79 poin (-2%) ke level 6.561,55.

IHSG melemah di tengah sentimen negatif makin melonjaknya kasus Covid-19 di Eropa dan munculnya varian B.1.1.529 yang memiliki setidaknya 10 mutasi di Afrika Selatan.

Di saat yang sama, tingginya inflasi di AS memberikan ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada tahun depan (2022).

Selain itu, BI menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 menjadi 3,2-4% dari sebelumnya diperkirakan tumbuh 3,5-4%.

Sementara itu, Wall Street diperdagangan akhir pekan (26/11) lalu, ditutup melemah seiring kekhawatiran seluruh dunia terhadap varian virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan.

Di mana, Uni Eropa dan Inggris, menjadi negara pertama yang memperketat kontrol perbatasan ketika para peneliti berusaha untuk memastikan apakah varian tersebut resisten terhadap vaksin.

Di saat yang sama, harga komoditas banyak mengalami penurunan seperti minyak mentah & nikel.

DJIA (-2,53%), S&P 500 (-2,27%), dan Nasdaq (-2,23%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring kekhawatiran varian baru covid-19,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (29/11/2021).