Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Selasa (23/11/2021) dengan indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir di teritori negatif.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 194,55 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 35.813,80. Indeks S&P 500 meningkat 7,76 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 4.690,70. Indeks komposit Nasdaq turun 79,62 poin, atau sekitar 0,50 persen, menjadi 15.775,14.

Indeks komposit Nasdaq melemah seiring merosotnya saham sektor teknologi setelah imbal hasil obligasi AS mengalami peningkatan.

Indeks Dow Jones dan S&P 500 menguat dipicu keyakinan para investor bahwa bank sentral AS baru akan meningkatkan suku bunga pada tahun depan setelah Jerome Powell digadang menjadi pimpinan Federal Reserve untuk periode kedua.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring meredanya kekhawatiran peningkatan suku bunga The Fed. Harga emas untuk pengiriman Desember 2021 turun 1,3 persen menjadi US$1.783 per ons.

Penurunan harga emas berjangka terbatasi melemahnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS turun 0,06 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa merosot 1,3 persen, dipicu mencuatnya kekhawatiran pengetatan aturan pembatasan sosial seiring kembali melonjaknya kasus baru virus Corona (COVID-19) di Benua Biru.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 11,23 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 7.266,69. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 178,69 poin, atau sekitar 1,11 persen, menjadi 15.937.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 6,20 poin, atau sekitar 0,07 persen, menjadi 8.815,10. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 60,38 poin, atau sekitar 0,85 persen, menjadi 7.044,62.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,2 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3376 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,45 persen menjadi 1,1868 euro per pound.