Nilai Penghimpunan Dana Lewat IPO Melonjak 518 Persen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, total nilai penghimpunan dana melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sepanjang tahun ini telah mencapai Rp32,26 triliun.

Itu artinya, melonjak 518 persen dibanding sepanjang tahun 2020.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, data tersebut per tanggal 12 November 2021.

Adapun nilai itu akan bertambah karena masih terdapat 28 calon emiten yang tengah menunggu pernyataan efektif IPO.

“Terkait dengan pipeline, apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, jumlah calon Perusahaan Tercatat saham dalam pipeline naik sebesar 45 persen,” kata dia kepada media, Minggu (14/11/2021).

Sementara itu, untuk tahun depan, dia tetap yakin target penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia pada tahun 2022 akan lebih baik.

Hal itu ditopang perkembangan kondisi normal baru yang semakin kondusif dan pemulihan ekonomi nasional yang diekspektasikan akan mencapai 5,2 persen  pada tahun 2022.

“Tentu dapat menjadi motor yang mendorong korporasi melakukan ekspansi bisnisnya melalui pendanaan dari pasar modal,” kata dia.

Terlebih, lanjut dia, beberapa indikator pasar modal seperti; pertumbuhan jumlah investor dan pergerakan IHSG juga mengalami perkembangan yang baik sepanjang tahun 2021.

Jumlah investor di Pasar Modal Indonesia, per Oktober 2021 mengalami kenaikan sebesar 74,1 persen sepanjang tahun dan IHSG naik sebesar 9,6 persen sepanjang tahun.

“Diharapkan, perkembangan positif dari beberapa indikator pasar tersebut, dapat terus berlanjut dan meningkat di tahun 2022, sehingga membawa optimisme dan menjadi momentum bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk melakukan penggalangan dana di Pasar Modal,” kata dia.