Kemen PUPR Targetkan Tol Manado-Bitung Rampung Akhir Tahun Ini

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan jalan tol Manado-Bitung bisa tersambung secara utuh pada akhir Desember 2021 mendatang, sehingga bisa mendukung tumbuhnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

Diketahui, hingga saat ini proyek Jalan Tom Manado-Bitung hanya menyisakan Sesi 2B Danowudu-Bitung sepanjang 13,5 kilometer yang progres pembangunannya sudah mencapai 96,04 persen.

Sebelumnya, ruas Manado-Danowudu sepanjang 26 km yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada September 2020 lalu.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan ruas tol Manado-Bitung merupakan salah satu dukungan yang signifikan bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas Manado–Bitung–Likupang.

"Saat ini sedang dilaksanakan juga pembangunan  berbagai infrastruktur pendukung pariwisata lainnya, seperti jalan akses Manado-Likupang, Jembatan Marinsow, SPAM Malalayang, TPA Mamitarang dan pengendali banjir," kata Basuki seperti dikutip dari rilis resmi Kementerian PUPR, Rabu (10/11/2021).

Berdasarkan data, untuk Seksi 2B Danowudu-Bitung saat ini progres konstruksinya sudah 96,04 persen dengan pekerjaan yang tersisa berupa pengecoran deckslab Jembatan Ranowulu, dan erection girder pada beberapa lokasi overpass.

Selain itu, pekerjaan minor lainnya seperti pekerjaan saluran, pasangan batu bronjong sabodam, pekerjaan jalan akses Maramis & RA Kartini, serta pekerjaan pengaspalan Tapper di simpang sebidang Bitung dan Jembatan Maramis.

Dengan tersambungnya seluruh Jalan Tol Manado-Bitung akan dapat mengurangi beban jalan arteri nasional yang kondisinya semakin padat akibat pertumbuhan jumlah kendaraan dan aktivitas perekonomian untuk menunjang kegiatan perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Selain itu, jalan tol tersebut akan memberikan kemudahan akses barang dan jasa ke Pelabuhan Internasional Bitung yang merupakan salah satu dari pintu ekspor impor bagi kawasan Indonesia bagian timur.

"Seluruh ruas tol sepanjang 40 km tersebut, akan memangkas waktu tempuh Manado–Bitung dari waktu tempuh rata-rata 1,5 jam menjadi sekitar 30 menit," ujar Basuki.  

Dia menjelaskan, jalan tol ini terintegrasi dengan kawasan industri dan pariwisata sehingga akses lebih mudah dijangkau. Biaya logistik dari Pelabuhan Bitung dapat ditekan, agar kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung juga dapat lebih maju.

Tak hanya ekonomi, dengan adanya jalan tol ini juga akan menjadikan kawasan pariwisata akan semakin mudah dijangkau. Sehingga diharapkan, pariwisata di Sulut berkembang lebih baik setelah berakhirnya pandemi COVID-19.

Tol Manado-Bitung dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi total Rp 5,12 triliun, dimana konstruksi pada ruas Manado – Airmadidi sepanjang 15 km didanai oleh APBN, sedangkan ruas Airmadidi – Bitung sepanjang 25 km dilaksanakan oleh BUJT  PT Jasa Marga Manado – Bitung.

Pembangunan Tol Manado-Bitung ini dibagi menjadi dua seksi yakni Seksi 1 Ring Road Manado-Sukur-Air Madidi sepanjang 15 km dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

Sementara itu, Seksi 2 Airmadidi-Bitung sepanjang 25 kilometer dikerjakan oleh BUJT PT Jasa Marga Manado Bitung yang terbagi Seksi 2A Airmadidi–Danowudu (11,5 kilometer) dan Seksi 2B Danowudo–Bitung (13,5 kilometer).