ANALIS MARKET (15/10/2021) : Dibayangi Aksi Profit Taking, Pergerakan IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (14/10), IHSG kembali menguat optimis (+1.36%) ke level 6626.11 dengan sektor bahan baku (+2.82%) dan teknologi (+4.15%) menjadi penopang pergerakan indeks. Saham SMGR (+7.35%), INTP (+5.26%) dan SMBR (+9.80%) naik signifikan ditengah peningkatan volume penjualan pasca PPKM yang lebih longgar dan permintaan property yang meningkat. Sementara dari sektor teknologi, saham BUKA (+7.19%) setelah adanya pernyataan dari CEO bukalapak terkait dual listing di pasar luar negeri. Bukalapak akan mempersiapkan Dual Listing sahamnya di Nasdaq. Investor asing masih melakukan akumulasi beli pada pasar domestic sebesar IDR 1.59 triliun dengan saham yang paling banyak di beli yaitu BBCA, TLKM, dan BMRI.

Di sisi lain, mayoritas saham di AS ditutup naik setelah banyak hasil pendapatan dari bank-bank besar melampaui ekspektasi, dan klaim pengangguran mingguan baru menunjukkan peningkatan yang lebih besar dari yang diantisipasi ke level terendah era pandemi. Adapun imbal hasil treasury 10-tahun mundur lebih jauh untuk berada di bawah 1,53% setelah melampaui 1,62% awal pekan ini. Saat musim pendapatan dalam beberapa minggu mendatang, fokus investor akan tertuju pada komentar perusahaan seputar kenaikan harga, gangguan rantai pasokan, dan tantangan tenaga kerja. Semua faktor ini telah dilihat sebagai kontribusi terhadap perlambatan pendapatan dibandingkan dengan kuartal kedua. Secara makro, inflasi sudah berlangsung berbulan-bulan di berbagai kantong perekonomian. Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan September dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) naik 5,4% pada September dibandingkan tahun lalu, dengan laju tercepat sejak 2008. Lonjakan harga sewa, bahan makanan, dan energi menunjukkan peningkatan yang sangat mencolok. Meski demikian, pembuat kebijakan di Federal Reserve sebagian besar telah menegaskan bahwa inflasi selama pemulihan akan terbukti sementara, dan akan berkurang segera setelah kemacetan pasokan mereda.

Sementara itu, pada perdagangan akhir pekan (15/10), indeks Nikkei (+0.83%) dan Topix (+0.88%) dibuka cukup optimis setelah adanya kenaikan pada bursa AS seiring dengan laporan pendapatan dari bank di AS yang cukup memuaskan dan data ekonomi yang positif meningkatkan optimisme pasar. Adapun musim pendapatan kuartalan awal minggu ini yang lebih kuat dari yang diantisipasi telah membantu meredakan kekhawatiran investor atas perlambatan tajam dalam laba perusahaan, terutama karena pengeluaran meningkat untuk perusahaan di seluruh industri dalam menghadapi biaya input dan tenaga kerja yang lebih tinggi.

Dari pasar komoditas, harga minyak WTI (+0.49%) kembali naik, sementara batu bara (-1.21%) dan CPO (-2.87%) terkoreksi.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG diakhir pekan berpeluang menguat terbatas seiring dibayangi aksi profit taking dan aksi tunggu terhadap data neraca perdagangan Indonesia bulan September. Adapun consensus memperkirakan surplus neraca perdagangan September sebesar USD 3.84 miliar, lebih rendah dari periode sebelumnya,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (15/10/2021).